Senin, 24 Agustus 2015

EUR/USD: Bull USD Melawan Kendali Setelah Hancur 300 Poin


Bull USD melompat kembali ke penawaran beli di sesi Asia, mendorong EUR/USD lebih rendah dari 1,15, setelah Greenback terpukul hingga terendah tujuh bulan terhadap Euro pada hari Senin setelah pasar bergerak liar menyusul gejolak saham Cina yang memicu penghindaran risiko di seluruh papan.

EUR/USD: Menghapus hampir satu pertiga dari kenaikan sebelumnya

EUR/USD diperdagangkan -0,69% lebih rendah di 1,1540, melayang di dekat posisi terendah sesi di 1,1525. Dolar AS berusaha keras untuk pulih dari luka yang mendalam kemarin setelah pasar terpaut daya tarik safe haven di Euro di tengah kepanikan bahwa runtuhnya pasar saham China akan menenggelamkan ekonomi global yang melanda pasar keuangan.

Euro melesat lebih tinggi dari dekat tingkat 1,1400 ke 1,1700 pada awal perdagangan AS pada hari Senin, menyaksikan gerakan unwinding 300 poin dalam pasangan EUR/USD.

Dolar AS sangat babak belur pada hari Senin karena para pedagang berbalik bearish pada Greenback, takut bahwa pertumbuhan yang lemah di China akan menyeret ekonomi global, menciptakan rintangan baru bagi AS, yang telah berjuang dengan lemahnya pertumbuhan ekspor dan karenanya dapat mendorong mundur kenaikan suku bunga Fed sampai tahun depan.

Tingkat teknis EUR/USD

Pasangan ini memiliki resistensi terdekat di 1,1584 (tinggi hari ini), di atas itu kenaikan dapat diperluas ke tingkat 1,1675 (Jan 2015). Di sisi lain, support terlihat di 1,1525 (terendah hari ini) di bawah ini bisa memperpanjang penurunan ke 1,1500.
+

Selasa, 04 Agustus 2015

Sesi Asia, Euro Lanjutkan Pelemahan

Untuk pertama kalinya di pekan ini, euro melemah cukup signifikan terhadapdollar di perdagangan sesi Asia. Dalam dua hari sebelumnya di sesi Asia, euro cenderung bergerak flat dalam rentang yang sempit. Hingga pukul 10.23 WIB, EURUSD diperdagangkan dikisaran 1.0863 setelah sempat menyentuh level terendah harian 1.0848, dengan level tertinggi harian 1.0893
Mata uang 19 negara ini akhirnya merosot setelah pejabat Federal Reserve AS memberikan indikasi suku bunga akan naik di bulan September. Dollar pun semakin berjaya menyusul pernyataan yang dilontarkan oleh Presiden Federal Reserve Atlanta, Dennis Lockhart, tersebut. Lockhart yang merupakan anggota voting kebijakan moneter mengatakan hanya kemerosotan signifikan dalam perekonomian AS yang dapat menunda kenaikan suku bunga di bulan September. Seperti diketahui bersama ekonomi AS di kuartal kedua terlihat solid setelah tumbuh 2,3%, dan kemungkinan akan berlanjut di kuartal ketiga. 
Faktor pasar tenaga kerja AS juga menjadi acuan kenaikan suku bunga, hari ini akan dilaporkan penambahan tenaga kerja swasta bulan Juli oleh Automatic Data Processing. Sebanyak 216.000 tenaga kerja diperkirakan direkrut pada bulan Juli, dibandingkan dengan bulan Juni sebanyak 237.000. Sementara data dari Pemerintah AS akan dirilis pada hari Jumat.
+

Stabilnya Minyak & Data China Hijaukan Hang Seng


Setelah berakhir flat pada perdagangan Selasa kemarin, indeks Hang Seng berhasil menguat pada hari ini (05/8), terhentinya sell off minyak serta naikknya aktivitas sektor jasa China menjaga Hang Seng di zona hijau.
Minyak WTI berhasil bangkit dari level terendah empat bulan setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak AS turun sebesar 2,4 juta barel sepanjang pekan lalu. Persediaan di Cushing Oklahoma yang merupakan pusat pengiriman kontrak minyak juga dilaporkan turun 504.000 barel. Sementara laprokan dari pemerintah AS melalui Energy Information Administration (EIA) akan dirilis malam ini.
Caixin beberapa saat lalu melaporkan indeks aktivitas sektor jasa China naik ke level tertinggi dalam 11 bulan terakhir. Data tersebut menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan aktivitas manufaktur China yang melambat. Angka indeks jasa untuk bulan Juli dirilis sebesar 53,8, meningkat pesat dari bulan Juni sebesar 51,8. 
Hingga pukul 09.36 WIB, indeks Hang Seng menguat 0.55% menjadi 24.540,33. Sementara Hang Seng Futures diperdagangkan dikisaran 24474, dengan level terendah harian 24292, dan tetringgi 24523 
+

Senin, 03 Agustus 2015

Kecemasan China Menenggelamkan Pasar Minyak

Harga minyak mentah berakhir turun sekitar 3% di awal pekan seiring perlambatan sektor manufaktur China yang menambah kemuraman di pasar komoditas. Aktivitas manufaktur China turun ke level terendah 2-tahun di bulan Juli seiring rendahnya permintaan domestik dan luar negeri, yang menjadikan investor meragukan kondisi ekonomi konsumen minyak terbesar kedua dunia tersebut.
Pasar minyak mentah juga mendapatkan pukulan lain dari pernyataan Iran yang dapat menggandakan produksinya begitu kesepakata nuklir kembali menghidupkan aktivitas ekspornya. Berita tersebut menggandakan ketakutan pasar yang sudah terbebani produksi minyak dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang mencapai rekor bulanan tertinggi di bulan Juli, berdasarkan survey Reuters pekan lalu.
Harga minyak mentah berakhir di level $45.30 per barel, dengan level tertinggi harian $46.94 dan level terendah harian $45.08.
+

Meski Manufaktur Melemah, Dollar Tetap Berakhir Lebih Tinggi

Dollar menguat terhadap pasangan mata uangnya meskipun data penting aktivitas manufaktur hasil survei Institute for Supply Management (ISM) turun pada bulan lalu. Hasil survei ISM terhadap 400 manajer terkait kondisi bisnis manufaktur menunjukkan sedikit penurunan dari 53.5 pada bulan Juni menjadi 52.7 pada bulan Juli, menghapuskan harapan adanya kenaikan menjadi 53.6. Meskipun demikian, indeks yang masih berada di atas level 50 masih mengindikasikan adanya pertumbuhan.
Nilai tukar Dollar menguat moderat terhadap pasangan mata uangnya terbantu pelemahan indeks Yunani serta kejatuhan pasarkomoditas. Penurunan 16% perdagangan indeks ATG Yunani membatasi perdaganganEuro walau aktivitas pabrik zona Euro mampu bertumbuh lebih baik dari prediksi.
Sementara itu mata uang komoditas juga terpuruk seiring pertanda perlambatan diChina, konsumen produk tambang dan energi terbesar dunia. Dollar Kanada, Australia, dan Selandia Baru melemah terhadap Dollar AS setelah indeks manufaktur China meluncur ke level terendah 5-bulan, meredupkan proyeksi permintaan.
Pekan ini investor akan menantikan rilis data Non Farm Payrolls (NFP) yang dirilis pada hari Jumat (7/8). Investor memprediksi perusahaan AS masih mampu mempertahankan pertumbuhan yang stabil sehingga bisa meyakinkan Fed untuk menaikkan suku bunga secepatnya bulan September.
+

Minggu, 02 Agustus 2015

Dollar Coba Bangkit di awal Pekan



Dollar di awal pekan ini terlihat mencoba bangkit terahadap yen setelah melemah tajam pada hari Jumat. Buruknya dataemployment-cost index (ECI) membuat dollarterkoreksi di hari tersebut.
Departemen Perdagangan AS melaporkan ECI di kuartal kedua naik hanya 0,2%, dibandingkan dengan kenaikan di kuartal pertama sebesar 0,7%. Sementara ekonom memprediksi kenaikan sebesar 0,6%. ECI merupakan acuan untuk mengukur tingkat upah dan tunjangan tenaga kerja AS, rendahnya kenaikan tersebut kemungkinan dapat menahan inflasi di level terendah, dan bisa menjadi tanda pasar tenaga kerja AS tidak se-sehat yang diperkirakan.
Pasar tenaga kerja serta inflasi merupakan faktor utama yang menjadi alasan bagi Federal Reserve AS untuk menaikkan suku bunga, sehingga data tersebut memberikan dampak yang signifikan bagi pergerakan dollar.
Sementara di pekan ini akan dilaporkan datanon-farm payrolls yang selalu dinanti para pelaku pasar. Data yang akan dirilis pada hari Jumat tersebut diperkirakan akan menunjukkan penambahan tenaga kerja di AS sebanyak 224.000 di bulan Juli. 
USDJPY diperdagnagkan dikisaran 123.99 pada pukul 09.15 WIB, setelah sempat menyentuh level tertinggi harian 124.11
+

Hang Seng Terbebani Data Manufatur China

Indeks Hang Seng Hong Kong melemah tajam perdagangan pertama bulan Agustus, terbebani melambatnya aktivitas manufaktur China di bulan Juli. Hingga bulan Juli kemarin, indeks Hang Seng telah melemah dalam tiga bulan beruntun.
Data dari Pemerintah China yang dirilis pada akhir pekan kemarin menunjukkan indeks aktivitas manufaktur bulan Juli menurun menjadi 50,0, dari bulan sebelumnya sebesar 50,2. Ekonom sebelumnya memperkirakan aktivitas manufaktur tersebut akan tetap sebesar 50,2.
Sementara itu, indeks aktivitas manufaktur versi Caixin, yang menggunakan sampel survei lebih kecil dari versi Pemerintah, berkontraksi lebih dalam menjadi 47,8, dari rilis awal pertengahan Juli lalu sebesar 48,2. Sementara ekonom sebelumnya memperkirakan kenaikan menjadi 48,3. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara di bawah 50 menunjukkan kontraksi. 
Hingga pukul 08.55 WIB, indeks utama Hang Seng melemah 1,12% menjadi 243621.03. Sementara Hang Seng Futures diperdagangkan dikisaran 24096, dengan level tertinggi harian 24548 dan terendah 24117
+