Tampilkan postingan dengan label Index. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Index. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2015

Akibat Penerjunan Bebas China Intensifkan Risk-off


Saham di bursa Asia melanjutkan aksi jual untuk sesi kedua dipimpin oleh saham-saham Shanghai di tengah memburuknya aktivitas sektor manufaktur China dengan IMP manufaktur Cina mencatat penyusutan resmi untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan pada bulan Agustus.

Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur Federasi Logistik dan Pembelian (CFLP) Cina turun dari 50,0 pada bulan Juli menjadi 49,7 pada bulan Agustus, terendah sejak Agustus 2012.

Sementara IMP manufaktur Caixin Cina direvisi naik dari 47,1 ke 47,3 pada bulan Agustus, namun datang di bawah pembacaan 47,8 yang terbaca pada bulan Juli.

Nikkei tenggelam karena penguatan yen


Indeks Jepang juga terus menurun setelah isyarat negatif dari Wall Street semalam sementara penguatan Yen terhadap Dolar AS juga memberikan kontribusi terhadap sisi negatif, membuat sektor ekspor kurang menarik bagi investor. Pasangan USD/JPY diperdagangkan di sekitar 120,70 selama pertengahan-Asia, -0,41% pada hari ini. Benchmark Nikkei 225 Jepang turun lebih dari 2,30% di 18.440.

Indeks Shanghai Composite turun -2,13% ke 3.138 poin. Indeks Hang Seng Hong Kong kehilangan -0,54% di 21.549. Di antara indeks Asia lainnya, indeks patokan S & P/ASX 200 Australia turun -1,27% di 5141 dengan penambang emas dan bank membebani pasar Australia. Indeks Kospi Korea sekarang diperdagangkan -0,99% di 1922 poin di Seoul.
+

Selasa, 04 Agustus 2015

Stabilnya Minyak & Data China Hijaukan Hang Seng


Setelah berakhir flat pada perdagangan Selasa kemarin, indeks Hang Seng berhasil menguat pada hari ini (05/8), terhentinya sell off minyak serta naikknya aktivitas sektor jasa China menjaga Hang Seng di zona hijau.
Minyak WTI berhasil bangkit dari level terendah empat bulan setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan persediaan minyak AS turun sebesar 2,4 juta barel sepanjang pekan lalu. Persediaan di Cushing Oklahoma yang merupakan pusat pengiriman kontrak minyak juga dilaporkan turun 504.000 barel. Sementara laprokan dari pemerintah AS melalui Energy Information Administration (EIA) akan dirilis malam ini.
Caixin beberapa saat lalu melaporkan indeks aktivitas sektor jasa China naik ke level tertinggi dalam 11 bulan terakhir. Data tersebut menunjukkan perbedaan yang signifikan dengan aktivitas manufaktur China yang melambat. Angka indeks jasa untuk bulan Juli dirilis sebesar 53,8, meningkat pesat dari bulan Juni sebesar 51,8. 
Hingga pukul 09.36 WIB, indeks Hang Seng menguat 0.55% menjadi 24.540,33. Sementara Hang Seng Futures diperdagangkan dikisaran 24474, dengan level terendah harian 24292, dan tetringgi 24523 
+

Minggu, 02 Agustus 2015

Hang Seng Terbebani Data Manufatur China

Indeks Hang Seng Hong Kong melemah tajam perdagangan pertama bulan Agustus, terbebani melambatnya aktivitas manufaktur China di bulan Juli. Hingga bulan Juli kemarin, indeks Hang Seng telah melemah dalam tiga bulan beruntun.
Data dari Pemerintah China yang dirilis pada akhir pekan kemarin menunjukkan indeks aktivitas manufaktur bulan Juli menurun menjadi 50,0, dari bulan sebelumnya sebesar 50,2. Ekonom sebelumnya memperkirakan aktivitas manufaktur tersebut akan tetap sebesar 50,2.
Sementara itu, indeks aktivitas manufaktur versi Caixin, yang menggunakan sampel survei lebih kecil dari versi Pemerintah, berkontraksi lebih dalam menjadi 47,8, dari rilis awal pertengahan Juli lalu sebesar 48,2. Sementara ekonom sebelumnya memperkirakan kenaikan menjadi 48,3. Angka di atas 50 menunjukkan ekspansi, sementara di bawah 50 menunjukkan kontraksi. 
Hingga pukul 08.55 WIB, indeks utama Hang Seng melemah 1,12% menjadi 243621.03. Sementara Hang Seng Futures diperdagangkan dikisaran 24096, dengan level tertinggi harian 24548 dan terendah 24117
+

Senin, 08 Juni 2015

Indeks Nikkei Melemah, Ambil Petunjuk Dari Pelemahan Dollar


Bursa saham Jepang mengalami kerugian pada awal perdagangan hari Selasa, dengan yen yang menyebabkan itu semua, mengirim indeks Nikkei turun 0.8% setelah berakhir hanya sedikit berubah pada saat kemarin.
Pelemahan pada indeks datang setelah adanya sebuah pernyataan dari Presiden AS Barack Obama yang telah melemahkan dollarpada pertemuan G7 di Jerman yang memukul greenback dalam perdagangan mata uang semalam. Meskipun Obama menolak berikan komentar, dollar berhasil jatuh sepenuhnya terhadap yen menjadi 124.66, kehilangan level 125.
Kondisinya saat ini berbalik, menghapus dukungan untuk perusahaan-perusahaan blue chip yang eksportir, yang anjlok diantaranya adalah Sony Corp, yang anjlok 1.3%, saham Panasonic Corp yang turun 1.5%, saham Sharp Corp yang turun 1.1%, saham Nissan Motor Co yang melemah 1.4%, dan saham Honda yang merosot 0.9%. Saham Kawasaki Heavy Industries Ltd diperdagangkan 0.3% lebih rendah, sedikit melebihi pasar karena laporan dari Nikkei mengatakan bahwa mereka membentuk usaha patungan dengan pembuat ban dari China sebagai bagian dari dorongan untuk menjual robot di berbagai negara.
Sementara itu saham yang menguat diantaranya adalah saham Dentsu Inc uang naik 0.5%, menghapus kerugian sebesar 3.7% dari sesi sebelumnya ketika pasar bereaksi terhadap angka pendapatan biro periklanan tersebut. Demikian pula dengan saham Kyushu Electric Power Co. yang naik 1.2%, menghapus kerugian sebesar 3.1% pada hari Senin setelah adanya laporan dari Sankei Shimbun bahwa perusahaan akan perlu untuk pemeriksaaan lebih lanjut sebelum diizinkan kembali membuka pabrik nuklir Sendai.
+

Minggu, 31 Mei 2015

Bursa Asia Siang Ini


Pergerakan pasar ekuitas di wilayah Asia pada hari Senin (1/6) terpantau bergerak beragam pergerakan ketika meningkatnya aktifitas manufaktur Tiongkok.
Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, index utama Jepang Nikkei 225 telah diperdagangkan lebih rendah 0.35% di level 20.491.33.
Di wilayah Korea Selatan dengan index KOSPI(Korea Composite Stock Price) telah diperdagangkan lebih rendah 0.81% di level 2.097.70.
Sedangkan untuk di wilayah Hong Kong dengan index Hang Seng terpantau naik sebesar 0.94% di level 27.682.00 dan untuk wilayah Cina daratan dengan index Shanghai Composite naik sebesar 2.77% di level 4.739.33.
Source: financeroll.co.id
+

Kamis, 28 Mei 2015

Yunani Kembali Tak Pasti, Mayoritas Saham Eropa Terkoreksi


Mayoritas saham Eropa ditutup melemah pada hari Kamis, seiring memudarnya harapan bahwa Yunani dan kreditur internasional akan segera mencapai kesepakatan. Hal tersebut dipicu oleh bantahan dari Wakil Presiden Komisi Eropa, Valdis Dombrovskis, yang mengatakan jika ke-2 belah pihak masih memiliki beberapa pekerjaan yang harus dilakukan sebelum membuat kesepakatan apapun. 
Di lantai bursa, saham Adidas ditutup merosot sekitar 1,1% menyusul terungkapnya skandal korupsi pada FIFA. Sampai saat ini, Adidas masih tercatat sebagai salah satu sponsor utama badan sepak bola dunia itu. Sedangkan saham Sports Direct melonjak 4,2% setelahperitel itu menaikkan prospek laba. Saham peritel Inggris lainnya, Kingfisher, juga naik sekitar 2,2% setelah melaporkan kenaikan penjualan di kuartal pertama.
Indeks FTSE 100 Inggris terapresiasi 0,1%, dengan data GDP turut menopang sentimen. Sementara DAX Jerman dan CAC Perancis ditutup melemah, dengan masing-masing kehilangan 0,8% dan 0,85%.
+

Rabu, 27 Mei 2015

Nikkei Berakhir Di Level Tinggi 15-Tahun

Indeks Nikkei berakhir menguat dan mencatatkan kenaikan sembilan sesi beruntun berkat pelemahan Yen terhadap Dollar AS dan mengabaikan sinyal pelemahan dari Wall Street yang membayangi perdagangan bursa Asia lain. Yen berada di level terendah 8-tahun walau rally Dollar AS terhenti pada pertengahan sesi Asia. Nikkei menutup perdagangan di level tertinggi 15 tahun didukung kenaikan saham-saham berorientasi ekspor.
Saham eksportir Fuji Heavy Industries, produsen mobil Subaru, naik 4,3% diikuti saham Fanuc dengan kenaikan 2,2%. Berita perusahaan Fujitec yang akan bekerja sama dengan perusahaan di Sri Lanka membantu sahamnya naik 2,5%.
Investor saham Jepang juga mencerna notula rapat bank sentral dari pertemuan tanggal 30 April. Para pejabat bank sentral masih mencemaskan target inflasi 2% walau memprediksi konsumsi pribadi akan tetap kuat berkat kenaikan pemasukan.
Pukul 15:25 WIB, indeks Nikkei Futures sesi kedua naik 0,15% di level 20515.
+

Senin, 25 Mei 2015

Nikkei Diperdagangkan Lebih Tinggi Pada Selasa Pagi


Pergerakan pasar ekuitas Asia di hari Selasa (26/5), index Nikkei terlihat telah diperdagangkan lebih tinggi setelah dirilisnya laporan ekonomi Jepang pada pagi ini.
Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, index Nikkei 225 telah diperdagangkan lebih tinggi 0.08% di level 20.430.93.
Index utama Jepang terlihat bergerak di zona hijau pada pagi ini setelah sebuah laporan resmi yang dirilis oleh Bank Sentral Jepang menyebutkan bahwa inflasi harga produsen Jasa tengah alami kenaikan sebesar 0.7% dalam setahun di bulan April. Sedangkan pada bulan Maret, inflasi harga produsen Jasa di wilayah Jepang telah alami kenaikan sebesar 3.2% dalam setahun.
Sementara itu, pergerakan pasar mata uang Jepang dengan pasangan USDJPY telah menguat 0.10% di level 121.69.
Source:financeroll.co.id
+

Kamis, 21 Mei 2015

Nantikan BOJ, Nikkei Terkoreksi Dari Level Tertinggi 15 Tahun

Setelah mampu bertahan tertinggi 15 tahun pada perdagangan Kamis, indeks Nikkei Jepang kini sedikit terkoreksi, fokus pelaku pasar kini tertuju pada hasil rapat kebijakan moneter Bank of Japan.
Nikkei sebelumnya melesat naik ke level tertinggi 15 tahun pada hari Rabu setelah ekonomi Jepang kuartal pertama tumbuh 0,6% lebih tinggi dari kuartal sebelumnya yang naik 0,4%. Persentase kenaikan di kuartal pertama tersebut lebih tinggi dari perkiraan ekonom sebesar 0,4%. Sementara pada perdagangan Kamis kemarin, kinerja Nikkei terbantu pelemahan nilai tukar yen yang diperdagangkan di atas level 121 per dollar.
Bank of Japan diperkirakan masih akan mempertahankan kebijakan moneternya, namun kemungkinan akan menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi.
Indeks Nikkei melemah 0,13% menjadi 20176,09. Sementara Nikkei Futures diperdagangkan dikisaran 20185 pada pukul 07.42 WIB, dengan level tertinggi harian 20240 dan terendah 20165
+

Senin, 11 Mei 2015

Gagal Lanjutkan Momentum, Hang Seng Melemah

Bursa saham Hong Kong melemah mengikuti pergerakan bursa Asia lainnnya yang dibuka lebih dulu. Indeks utamaHang Seng gagal melanjutkan momentum penguatan pada perdagangan sebelumnya.
Hang Seng pada perdagangan Senin menguat menyambut langkah People's Bank of China yang menurunkan suku bunga pinjaman serta deposito satu tahun masing-masing sebesar 25 basis poin, menjadi 5,1% dan 2,25% pada hari Minggu. Namun bursa saham Eropa dan Amerika Serikat merespon berbeda langkah PBOC tersebut, mayoritas bursa di kedua kawasan tersebut malah melemah. Penurunan suku bunga oleh bank sentral China tersebut seakan mempertegas melambatnya ekonomi China, yang memberikan kecemasan di pasar modal. 
Indeks utama Hang Seng melemah 0,19% menjadi 27664,18. Sementara Hang Seng Futures diperdagangkan dikisaran 27523 pada pukul 08,30 WIB, dengan level tertinggi harian 27612 dan terendah 27503
+

Wall Street Cemaskan Pasar Obligasi

Wall Street ditutup melemah pada hari Senin, menyusul rally tajam pada hari Jumat pasca data tenaga kerja AS, seiring investor memperhatikan rally pada yieldobligasi dan menanti dirilisnya data pekan ini.Dow Jones ditutup melemah 85.95 poin, sedikit pulih setelah sempat melemah sekitar 100 poin. Indeks utama lainnya juga ditutup melemah, dengan Nasdaq ditutup di bawah level 5,000. Yield obligasi AS tenor 10 tahun naik menjadi 2.27% sementara untuk tenor 30-tahun naik menjadi 3.03%. Yield obligasi 10-tahun Jerman juga naik menjadi 0.61%. Namun trader mengatakan sebagian banyak faktor dari pekan lalu masih berpengaruh, dan aksi jual pada pasar obligasi AS pasca kenaikan harga obligasi dan penurunan yield pada hari Kamis dan Jumat pekan lalu.
Sebelumnya, bursa saham diperdagangkan mix seiring indeks utama berusaha mempertahankan gain. Tidak ada berita ekonomi besar atau laporan earnings yang dirilis pada hari Senin. Data penjualan ritel dan produksi industri akan dirilis pekan ini. Dow Jones Industrial Average ditutup turun sebanyak 85.98 poin, atau 0.47%, pada level 18,105.13, dengan penguatan dipimpin oleh Caterpillar dan pelemahan dipimpin oleh Exxon Mobil. S&P 500 ditutup turun sebanyak 10.078 poin, atau sebanyak 0.51%, pada level 2,105. Nasdaq ditutup turun sebanyak 9.98 poin, atau sebanyak 0.20%, pada level 4,993.57.
+

Minggu, 10 Mei 2015

Hang Seng Sambut Pemangkasan Suku Bunga China

Langkah People's Bank of China yang kembali menurunkan suku bunga memberikan sentimen positif bagi bursa saham Asia hari ini, termasuk bursa saham Hong Kong yang langsung menguat saat pasar dibuka.
Bank sentral China tersebut menurunkan suku bunga pinjaman serta deposito satu tahun masing-masing sebesar 25 basis poin, menjadi 5,1% dan 2,25% pada hari Minggu kemarin, dan mulai berlaku efektif hari ini. PBOC mengatakan langkah tersebut akan membantu pertumbuhan ekonomi yang sehat, dalam enam bulan terakhir PBOC telah menurunkan suku bunga serta giro cadangan wajib minimum sebanyak lima kali. Langkah tersebut diambil guna memacu perekonomian China yang terus melambat hingga berada pada level terendah sejak krisis finansial globa, terutama akibat melabatnya pasar properti, serta kendornya pertumbuhan manufaktur dan investasi.  
Indeks utama Hang Seng Hong Kong menguat 0,7% menjadi 27771,67. Sementara Hang Seng Futures diperdagangkan dikisaran 27667 pada pukul 09.12 WIB, dengan level tertinggi harian 27794 dan terendah 27496
+

Senin, 04 Mei 2015

DAX Menguat Usai Data Manufaktur

Indeks DAX Jerman lebih tinggi di awal pekan (4/5) sempat tutup pada hari Jumat lalu menyambut hari libur Buruh Internasional. Investor saham Jerman lebih percaya diri menanamkan modalnya terbawa sentimen positif dari bursa Asia dan data manufakturdalam negeri yang masih menunjukkan pertumbuhan moderat di bulan April.
Data manufaktur China hasil survei HSBC dan Markit yang secara mengejutkan turun di bulan April berhasil menghapus kerugian bursa saham lokal di awal sesi. Pasar menilai penurunan ini akan mendorong para pembuat kebijakan meluncurkan stimulus moneter lanjutan agar bisa lebih memacu perekonomian.
Dari dalam negeri, data manufaktur PMI Jerman menurunkan kecepatannya di bulan April namun secara keseluruhan masih memuaskan. Indeks manufaktur hasil survei Markit terhadap 500 manajer pembelian masih menunjukkan pertumbuhan yang moderat berkat rendahnya nilai tukar Euro yang membuat perusahaan-perusahaan Jerman berhasil mendapatkan kontrak baru dari konsumen luar negeri. PMI Manufaktur Jerman naik turun menjadi 52.1 dari level tinggi 11-bulan 52.8 di bulan Maret.
Saham Adidas menguat 2,3% menyusul bantahan berita perusahaan perlengkapan olahraga tersebut akan menjual Reebok kepada investor dari hong Kong dan Abu Dhabi dengan nilai 1,7 miliar Euro. Sementara perusahaan Siemens berhasil mengabaikan laporan investigasi pemerintah China terhadap tuduhan suap unit kesehatan Siemens ke rumah sakit agar membeli produk sekali pakainya.
Pukul 16:15 WIB, indeks spot DAX Jerman berada di level 11547.87, naik 0,82%, sementara indeks DAX Futures 0,66% di level 11565.5.
+

Minggu, 03 Mei 2015

Analisa 4 Mei 2015 (Index DAX)

Chart M 15

Chart M 15 menunjukkan tanda-tanda kenaikan baik dari segi Indikator di chart Utama (MA, Bolinger dan Tren) maupun indicator RSI. Resistance terdekat di chart M 15 ini ada di level 11520-an.

Chart Daily

Jika dilihat dari segi harian, DAX menunjukkan Support keras di bawah area 11.000.

Fundamental
·         Kenaikan saham teknologi dan layanan kesehatan berhasil mendorong rebound tajam Bursa AS pada hari Jumat, sementara dolar naik dari level terendah 9 pekan seiring indikasi stabilnya kondisi ekonomi, saham Apple mencatat naik 3% dan memberikan kontribusi terbesar untuk kenaikan Index Saham AS.
·         Seluruh bursa utama Eropa kecuali London tutup untuk merayakan libur May Day, sementara banyak pasar Asia juga tutup.
·         Kenaikan saham AS terjadi setrelah laporan earnings yang buruk sempat menekan index S & P 500 dalam dua sesi sebelumnya.
·         Harga minyak merosot dari level tertinggi 2015 setekah Irak mengatakan ekspor minyak mentah mentah mencapai rekor pada bulan April, menjaga produksi Timur Tengah di atas permintaan.
·         Meskipun data AS dirilis mendekati level terendah 2 Tahun di periode April. Namun lonjakan pada sentiment konsumen dan penjualan kendaraan yang lebih kuat dari perkiraan telah mengisyaratkan ekonomi sedang bergerak keluar dari fase lemahnya.
·         Pekan ini pandangan utama pasar sudah tentu akan tertuju pada data pekerjaan AS (Non Farm Pay Rols) setelah data di bulan Maret lalu dirilis pesimis periode Maret mencatat jumlah penambahan pekerjaan paling sedikit selama leboih dari satu tahun terakhir, memicu resiko ditundanya kenaikan suku bunga oleh The Fed, Non farm Pay Rols tercatat naik 126.000 di bulan Maret, kenaikan terkecilnya sejak Desember 2013, sedangkan tingkat pengangguran stabil di level 5,5 %.

Analisa
·         Resistance
o   11700
o   11566
·         Pivot
o   11460
·         Support
o   11330
o   11222
Rekomendasi
·         Sell
o   11550
+

Indeks Hang Seng Fluktuatif Setelah Data China

Bursa saham Hong Kong berjuang untuk mempertahankan reli mereka pada hari Senin setelah indeks manufaktur akhir versi HSBC menunjukkan penurunan terbesar dalam setahun. Indeks Hang Seng saat ini menguat tipis setelah sempat melemah 0.3% dalam satu jam perdagangan awal.
Saham HSBC, Holdings PLC, yang merupakan salah satu saham utama yang diperhatikan investor, melemah 1.5% sebelum perilisan laporan earnings kuartalan pada hari Selasa, karena adanya laporan yang mengatakan bahwa HSBC sedang berusaha untuk menjual bisnis mereka di Turki dan Brasil karena kerugian besar. Untuk sesama rekannya dari Inggris, saham bank Standard Chartered PLC juga turun 1.7%.
Saham-saham pengembang real estate diChina reli dalam antisipasi dari pemotongansuku bunga lainnya oleh bank sentral China setelah sebuah laporan pada hari Sabtu pada surat kabar Economic Observer mengatakan bahwa ada "kemungkinan besar" untuk adanya pemangaksan suku bunga sebesar 0.5% untuk mendorong pinjaman di bank. Bank sentral telah mengurangi suku bunga sebanyak dua kali sejak bulan November yang digabungkan sebesar 65 basis poin.
Selama akhir pekan lalu, angka dari situs pencarian real estate terkemuka di China menunjukan harga rumah baru rata-rata di China di 100 kota besar turun kurang dari 0.1% pada basis bulanan di bulan April, membaik dari penurunan hampir 0.2% pada bulan sebelumnya.
Diantara saham properti besar, saham Evergrande Real Estate Group Ltd melonjak 8.7%, saham Country Garden Holdingd Co naik 5.5%, saham Shimao Property Holdings Ltd lebih tinggi 3.8%
+

Bursa China Lesu Pasca Long Weekend

Bursa saham China bergerak melemah pada sesi perdagangan hari Senin (04/05). Minat beli pelaku pasar modal menurun setelah hasil data purchasing manufacture index (PMI) China keluar di bawah ekspektasi.
Indeks gabungan Shanghai turun 1,2% ke 4390.140 dan indeks Hang Seng Hong Kong minus 0,1% di posisi 28103.95. Pagi ini data PMI versi HSBC China muncul pada angka 48.9 untuk periode April atau lebih rendah dari PMI pnedahuluan yang sebesar 49.2 dan laporan bulan Maret yang sebesar 49.6. Angka PMI di bawah 50 mengindikasikan penurunan aktivitas pabrikan.
Bursa Hong Kong dan Shanghai baru dibuka setelah libur panjang 3-hari. Selama tahun ini, indeks Shanghai sudah menguat 37% dan Hang Seng sudah mencatat kenaikan terpanjang dalam lebih dari dua tahun terakhir dengan total penguatan 19%.
Adapun bursa Tokyo masih tutup di hari Senin. Bursa Nikkei turun 2,4% pekan lalu atau penurunan terbesarnya sejak Desember karena terpengaruh oleh pelemahan ekonomi di Amerika Serikat. Sementara indeks Australia, S&P ASX 200, melemah 0,1% di posisi 5807.80.
+

Kamis, 30 April 2015

FTSE Ikut Dalam Pelemahan Bursa Saham Global

Pelemahan saham global ikut menghampiri bursa saham Inggris yang juga gugup meninjau setumpuklaporan keuangan. Indeks saham London melanjutkan pelemahannya di hari ketiga, dengan hanya sektor minyakyang bergerak menguat seiring kenaikan harga minyak global. Semalam FTSE anjlok 1,2%, penurunan terbesar dalam sebulan, setelah AS mengejutkan pasar dengan pertumbuhan 0,2% di kuartal pertama yang jauh lebih rendah dari ekspektasi. Meskipun demikian, FTSE 100 diprediksi akan mengakhiri perdagangan bulan ini dengan gain sekitar 2,3%.
Sektor keuangan mendominasi pelemahan, namun Royal Bank of Scotland menjadi perhatian investor saham setelah laporan net loss 446 juta Pound di kuartal pertama menjadikan sahamnya turun 2,69%. Performa RBS terpukul restrukturisasi dan tuntutan hukum. Sementara itu, saham Royal Dutch Shell naik 1,44% setelah produsen minyak raksasa tersebut melaporkan kenaikan laba di kuartal pertama menjadi $4,76 miliar. Saham BP ikut meramaikan papan penguatan dengan kenaikan 0,42% sahamnya di tengah penguatan pasar minyak.
Indeks spot FTSE 100 pukul 15:39 WIB diperdagangkan di level 6939.28, turun 0,12%. Sementara FTSE Futures flat di level 6920.5.
+

Pasar Asia Mencemaskan Pertumbuhan AS & Earnings

Saham-saham Asia berguguran pada hari Kamis, di tengah laporan pendapatan perusahaan yangmixed dan kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi AS. Data terbaru menunjukkan GDP AS hanya berekspansi 0,2% di kuartal pertama tahun ini, berkat apresiasi Dollar AS dan penghematan belanja konsumen. Sementara Bank of Japan memutuskan untuk menahan kebijakan tidak berubah dalam pertemuan bulanannya. Pernyataan kebijakan Federal Reserve AS bulan April juga tidak memberikan petunjuk baru tentang waktu kenaikan suku bunga. 
Nikkei225 Jepang anjlok sekitar 2,7%, penurunan terbesar dalam 4 bulan, seiring sentimen investor terbebani oleh angka pertumbuhan AS yang lemah, laporan labaperusahaan Jepang yang kurang mengesankan dan pengumuman kebijakan BoJ. Investor juga cenderung mengabaikan data output produksi yang lebih baik dari ekspektasi.
Di China, Shanghai Composite turun 0,75% seiring penguatan sektor transportasi gagal mengimbangi pelemahan di sektor perbankan. Saham-saham pemberi pinjaman terpukul oleh earnings mengecewakan dari Bank of China dan China Construction Bank, yang mencatat pertumbuhan laba kuartal pertama paling lambat dalam 6-tahun. Sentimen negatif tersebut turut menyeret indeks Hang Seng turun lebih dari 1%.
KOSPI Korea Selatan merosot untuk sesi ke-5 beruntun dan mengakhiri perdagangan 0,7% menyusul rilis beberapa earnings perusahaan. Saham operator situs pencarian Naver Corp. anjlok 4,3% setelah gagal memenuhi ekspektasi laba operasional kuartal pertama.
+

Rabu, 29 April 2015

Nikkei Dibuka Melemah Pada Kamis Pagi



Pergerakan pasar ekuitas Asia di hari Kamis(30/4), bursa Jepang telah dibuka dan diperdagangkan lebih rendah dalam mengawali perdagangan pagi ini, sedangkan pasangan USDJPY terlihat melemah 0.08% di level 118.93.
Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, index Nikkei Average telah diperdagangkan lebih rendah dengan mencatat penurun sebesar 1.1% di level 19.847.50 dan untuk yang lebih spesifik dengan index Topix telah terpantau turun sebesar 0.9% di level 1.612.97.
Sementara itu, sebuah laporan resmi yang dirilis oleh METI menyatakan bahwa hasil produksi industri Jepang tengah alami penurunan sebesar 0.3% di bulan Maret, setelah turun sebesar 3.1% di bulan Februari.
Source: financeroll.co.id
+

Bursa Eropa Diterpa Aksi Jual Akibat Penguatan Euro

Bursa saham Eropa merosot pada hari Rabu, investor merespon penguatan tajam euro terhadap dollar dengan melakukan aksi jual saham. Euro mampu naik ke level tertinggi dalam 8 pekan terakhir setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan ekonomi AS tumbuh 0,2% di tiga bulan pertama tahun ini, jauh dibawah perkiraan para ekonom sebesar 1,0%.
Indeks DAX 30 Jerman yang pada tahun ini sangat diuntungkan oleh penurunan nilai tukar euro, merosot 378,94 poin atau 3,2% menjadi 11432,72. Berdasarkan data dari FactSet, persentase penurunan tersebut merupakan yang terbesar sejak 3 Maret 2014. Data ekonomi yang dirilis dari menunjukkan indeks harga konsumen turun 0,1% di bulan ini dari bulan Maret lalu. Penurunan tersebut sesuai dengan perkiraan para ekonom. 
Dari Paris, indeks CAC 40 Perancis anjlok 2,6% menjadi 5039,39, merupakan penurunan harian terbesar sejak bulan Januari. Sementara indeks FTSE 100 Inggris turun 1,2% menjadi 6946,28 dengan seluruh sektor mencatat penurunan. Masih menurut FactSet, persentase penurunan FTSE merupakan yang terbesar sejak 31 Maret lalu. (pap)
+