Tampilkan postingan dengan label Komoditas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komoditas. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2015

Harga Minyak Naik Tajam Setelah OPEC Menyatakan


Harga minyak naik tajam setelah OPEC menyatakan bahwa OPEC bersedia untuk berbicara dengan produsen lain untuk mencapai 'harga wajar', catat Tim Riset ANZ di Australia.

Kutipan Penting

Sehubungan dengan setidaknya seminggu yang lalu - ketika pasar secara efektif dalam mode kemerosotan - tindakan harga telah agak stabil.

Namun, salah satu mendapat kesan bahwa meskipun relatif tenang, pasar tetap gelisah (hari penurunan lainnya di pasar ekuitas global dan kenaikan sederhana di VIX memperkuat kegelisahan ini).

"Tapi apa yang juga telah berkembang menjadi sedikit tema selama beberapa hari terakhir adalah pemantulan harga minyak. Harga melonjak lagi semalam, dengan harga WTI dan Brent sekarang keduanya naik sekitar 25% dari terendah minggu lalu."

"Selalu sulit untuk menentukan alasan untuk gerakan sehari-hari, tapi pasti ada petunjuk dari respon pasokan dimungkinkan karena harga rendah."

"Semalam OPEC menyatakan bahwa pihaknya siap untuk berbicara dengan produsen lain untuk mencapai "harga wajar". Itu tentu saja bisa saja hanya sedikit berpolitik mengingat strategi terhadap itu tampak menjadi semua tentang pangsa pasar."

"Tapi itu menunjukkan bahwa banyak produsen cenderung tersakiti pada tingkat ini. Bankir bank sentral (dan pasar obligasi) akan tetap mencermati sangat dekat perkembangan mengingat dampak bahwa minyak telah mengalami inflasi dan ekspektasi inflasi global."

"Tapi pasar minyak bukan satu-satunya komoditas di mana respon pasokan bisa dibilang tertunda. Ambil produk susu, di mana kita mendengar anekdot dari dari pemusnahan sapi Selandia Baru dan memotong kembali penggunaan pakan tambahan. Memang itu belum terjadi di AS dan Eropa, di mana pasokan susu terus meningkat."
+

Senin, 03 Agustus 2015

Kecemasan China Menenggelamkan Pasar Minyak

Harga minyak mentah berakhir turun sekitar 3% di awal pekan seiring perlambatan sektor manufaktur China yang menambah kemuraman di pasar komoditas. Aktivitas manufaktur China turun ke level terendah 2-tahun di bulan Juli seiring rendahnya permintaan domestik dan luar negeri, yang menjadikan investor meragukan kondisi ekonomi konsumen minyak terbesar kedua dunia tersebut.
Pasar minyak mentah juga mendapatkan pukulan lain dari pernyataan Iran yang dapat menggandakan produksinya begitu kesepakata nuklir kembali menghidupkan aktivitas ekspornya. Berita tersebut menggandakan ketakutan pasar yang sudah terbebani produksi minyak dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang mencapai rekor bulanan tertinggi di bulan Juli, berdasarkan survey Reuters pekan lalu.
Harga minyak mentah berakhir di level $45.30 per barel, dengan level tertinggi harian $46.94 dan level terendah harian $45.08.
+

Kamis, 04 Juni 2015

Perdagangan Emas Pagi Ini


Perdagangan bursa komoditas emas di hari Jumat (5/6), terlihat mencoba bangkit kembali setelah mengalami penurunan tajam di sesi sebelumnya, ketika membaiknya kondisi pasar tenaga kerja AS.
Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman Agustus telah diperdagangkan lebih tinggi 0.20% di level $1.177.60 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Sejak pagi ini, pergerakan harga emas berjangka terlihat telah bergerak menyentuh level $1.175.50 untuk sesi terendah harian dan level $1.177.90 untuk sesi tertinggi harian.
Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman Juli telah diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.22% di level $16.138 per troy ounce. 
Pulihnya pasar tenaga kerja AS tersebut telah mendorong dollar AS secara meluas mengalami penguatan dan justru menjatuhkan harga emas mengingat keduanya cenderung bergerak berlawanan. Berdasarkan laporan resmi Departemen Tenaga Kerja AS telah menyatakan bahwa angka klaim pengangguran di wilayah Amerika mengalami penurunan, yang disesuaikan secara musiman menjadi menjadi 276K pada minggu lalu dari 284K di minggu sebelumnya.
Sementara itu masih di wilayah AS, perhatian pasar pada hari ini tengah berfokus kepada laporan NFP AS yang dijadwalkan akan dirilis pada pukul 19.30 waktu Jakarta. Sejalan dengan laporan tersebut, apabila pertumbuhan lapangan pekerjaan AS lebih cepat maka harga emas berpotensi mengalami pelemahan kembali. Sebaliknya, jika pertumbuhan lapangan pekerjaan AS melambat, maka harga emas berpeluang bergerak menguat.

Source: financeroll.co.id
+

Senin, 11 Mei 2015

Minyak Flat Menilai Persediaan Global

Minyak mentah berakhir flat dengan investor mengevaluasi keberlanjutan dari penurunan persediaan global dan reboundDollar yang membatasi pergerakan pasarminyak mentah. Euforia merespon kejutan penurunan dalam persediaan minyak mentah AS pada pekan lalu membuat investor mencemaskan kelanjutan penurunan persediaan minyak global.
China, konsumen minyak terbesar kedua dunia, memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya dalam enam bulan untuk menstimulasi perekonomian. Walau langkah tersebut memerikan dukungan bagi pasar minyak, beberapa analis meragukan keberlanjutan reli pasar minyak mentah dengan pertimbangan perekonomian China yang belum menunjukkan pemulihan dari stagnasi selama beberapa periode.
Investor minyak mentah kembali menantikan data mingguan persediaan minyak AS oleh American Petroleum Institute pada hari Selasa dan data resmi dari pemerintah AS (Energy Information Administration) pada hari Rabu. Pekan lalu, minyak mentah reli setelah untuk pertama kalinya di tahun ini persediaan minyak mentah AS dilaporkan turun baik berdasarkan data API maupun data resmi EIA. Namun aksi profit taking investor menjelang akhir pekan lalu menjauhkan investor dari level tertinggi tahun ini.
+

Rabu, 06 Mei 2015

Minyak WTI Bertahan di Atas Level $60 Per Barel.

Minyak menyentuh level tertinggi baru 2015 pada hari Rabu, didorong turunnya persediaan minyak mentah AS untuk pertama kali sejak bulan Januari. Namun penguatan harga minyak yang telah rally dalam beberapa pekan terakhir harus terpangkas akibat aksiprofit taking.
Dollar yang melemah juga memberikan sentimen positif bagi minyak serta komoditas lainnya, harga bahan mentah tersebut menjadi lebih menarik bagi pemegang mata uang selain dollar. Dollar kembali melemah setelah data dari Automatic Data Processing Inc. menunjukkan sektor swasta AS menambah 169.000 tenaga kerja di bulan April, jauh di bawah ekspektasi analis sebesar 200.000.
Energy Information Administration melaporkan persediaan minyak mentah AS turun 3,88 juta barel pada pekan lalu, menjadi yang pertama dalam empat bulan terakhir. Penurunan tersebut dua kali lipat lebih besar dari laporan American Petroleum Institute sehari sebelumnya, sementara analis yang disurvei Platts malah memperkirakan kenaikan sebesar 1 juta barel. 
Minyak mentah WTI pada perdagangan Rabu ditutup pada level $60,70 per barel, dengan level tertinggib harian $62,58, dan terendah $60,54
+

Selasa, 05 Mei 2015

Emas Nantikan Data US ISM Non Manufacturing



Emas sejenak terlepas dari belenggu tekanan jual pada sesi transaksi hari Senin kemarin, setelah pada dua hari transaksi akhir pekan lalu, mengalami  penurunan yang intensif, sehingga candle weekly ditutup pada level 1178.20
Dan kemarin, setelah melesat konsisten sejak opening di harga 1178.15, Emas hanya sejenak beringsut menujuj level low 1177.55, lantas terus merayap naik dan menggapai harga puncak 1192.65, sebelum ditutup pada level 1188.10
Peredam agresivitas Emas semalam adalah publikasi data US Factory Orders, yang tercatat naik 2.1% pada bulan April di atas estimasi naik 2.0%. Kenaikan tersebut ditopang oleh pesanan untuk pesawat terbang, kendaraan bermotor dan perangkat energy. Pada  bulan Maret data  US Factory Orders menurun tipis, (-0.1%) dipengaruhi anjloknya harga minyak mentah serta penurunan di sector eksport, karena penguatan dollar
Di sisi lain, tolak angsur berkenaan dengan kans peningkatan suku bunga AS oleh Federal Reserve masih mewarnai pasar uang dan komoditi. Meski Fed telah menarik jadwal pastinya, namun  pernyataan Presiden Fed dari Cleveland, Loretta Mester  pada Jumat lalu, kembali menyalakan optimisme  pasar uang dan komoditi berkenaan dengan kemungkinan Fed mendongkrak suku bunga lewat pernyataannya bahwa “ kenaikan suku bunga pada Juni masih di atas meja”
Bersanding dengan Emas, logam mulia unggulan lainnya, yaitu Perak juga sukses merajut grafik naik pada Senin kemarin dan sempat meraih level puncak 16.75, sebelum ditutup pada level 16.40.
Sementara minyak mentah mengalami ritres pada sesi transaksi awal pekan ini, setelah mendekati level tinggi enam bulan, terlecut oleh aksi investor dalam mengamankan laba dari reli bulan April. Setelah menyapa level 59.71, minyak mentah terus tergelincir menuju level low 58.44 dan ditutup pada level  58.94.
Sepanjang bulan  April, minyak mentah melesat lebih dari 18%, pada saat penurunan produksi ,sejenak mereduksi kecemasan atas limpahan pasokan global. Namun, sejatinya harga minyak mentah masih menurun lebih dari 40% setelah mencapai tiga digit pada musim panas kemarin.
Para investor nampaknya masih mengamati perkembangan negosiasi nuklir Iran yang akan dilakukan voting pekan depan di senat Amerika Serikat.
Bulan lalu, Reuters melaporkan bahwa Iran mempunyai 30 juta barrel minyak mentah dalam muatan tanker-tanker yang siap dieksport, setelah negara Teluk Persia tersebut setuju dengan kerangka-kerja mengenai perjanjian nukir dengan pihak Barat. Lembaga konsultan energy, Facts Global Energy, telah memprediksi bahwa eksport minyak mentah Iran akan mencapai 1.7 juta barrel per hari dalam 12 bulan dari  kesepakatan akhir, yaitu 1 juta barrel per hari.Pasokan  dari Iran tentunya akan menekan harga minyak mentah  di pasar global
Pada jam 19.30 WIB, para trader dan investor Emas dan Perak akan tersedot atensinya pada data vital dari Washington, yaituUS Trade Balance dengan estimasi menurun (-41.2 milyar dollar AS) dari penurunan (-35.4 milyar dollar AS), disusul oleh data US ISM Non-Manufacturing pada pukul 21.00 WIB dengan prediksi turun tipis 56.2 dari 56.5
Jika secara keseluruhan dua data tersebut berlabel sangat memuaskan, maka dollar AS akan kembali mengendalikan tren terhadap rival karensi utama lainnya, sementara Emas dan Perak rentan tertekan lagi, karena bagusnya kedua data tersebut akan menyalakan lagi optimisme perihal kenaikan suku bunga AS.
Source:financeroll.co.id
+

Harga Minyak Datar di Tengah Penurunan Rig AS Dan Lonjakan Output Timur Tengah

Harga minyak berjangka hampir tidak berubah dari harga penutupan pada sesi sebelumnya pada jam perdagangan Asia, dengan berlimpahnya pasokan dari Timur Tengah yang membebani pasar dan penurunan lebih lanjut pada jumlah pengeboran rig ASyang berikan beberapa dukungan.
Analis dari salah satu bank mengatakan bahwa pasar cemas atas meningkatnya suplai yang berlama-lama setelah adanya berita yang mengatakan bahwa Irak melakukan ekspor minyak terbesar  dalam tiga dekade terakhir, sementara itu minyak WTI menemukan sedikit dukungan dengan USD melemah dan adanya penurunan lebih lanjut pada jumlah pengeboran rig AS.
Harga minyak mentah AS untuk bulan Juni diperdagangkan dikisaran $58.89 per barel pada pukul 11.13 wib, turun sebesar empat sen. Sementara itu untuk harga minyak Brent berjangka juga turun empat sen menjadi $66.41 perbarel.
+

Senin, 04 Mei 2015

Harga minyak ,turun tipis

Harga minyak dunia melayang lebih rendah pada Senin (Selasa pagi WIB), karena pasar kekurangan berita-berita besar untuk petunjuk arah sehingga para pedagang terus khawatir tentang pasokan global minyak mentah yang berlimpah.
Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, turun 22 sen menjadi ditutup pada 58,93 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, patokan global, menetap hampir tidak berubah pada 66,45 dollar AS per barel, turun satu sen dari tingkat penutupan Jumat lalu. Di Inggris, bank dan bisnis lainnya ditutup pada Senin untuk hari libur umum.
"Tidak terlalu banyak berita. Apa yang terjadi adalah orang terus memiliki kekhawatiran tentang kelebihan pasokan ," ujar Bart Melek dari TD Securities.
"OPEC memproduksi di 31.300.000 barel (per hari), produksi AS tidak turun sangat cepat dan, dengan demikian, persediaan minggu ini sangat jauh bisa membuktikan terjadi penurunan besar yang bisa menjadi penggerak untuk WTI." Ekspektasi penurunan produksi minyak mentah AS yang kuat telah membantu mendorong kenaikan pasar minyak dalam beberapa pekan terakhir.
"Ketika minggu baru perdagangan akan berlangsung, harga minyak diperdagangkan hanya sedikit di bawah tingkat tertinggi multi-bulan yang mereka catat pada akhir pekan lalu," analis Commerzbank mengatakan dalam sebuah catatan penelitian.
"Dalam sebulan terakhir saja, Brent telah meningkat sebesar 21 % dan WTI sebesar 25 %, kenaikan bulanan tertajam sejak Mei 2009. Tidak ada pembenaran yang mendasar untuk lonjakan harga minyak dalam beberapa pekan terakhir, yang disebabkan pertama dan terutama spekulasi tentang pasokan rendah di paruh kedua tahun ini."
+

Emas mengkilap jelang rilis data ekonomi AS

Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), menjelang rilis data ekonomi Amerika Serikat.
Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni melonjak 12,3 dollar AS, atau 1,05 %, menjadi menetap di 1.186,80 dollar AS per ounce.
Para investor memindahkan posisi mereka dan memberikan momentum kenaikan terhadap depan logam mulia menjelang rilis beberapa data ekonomi AS, termasuk data penggajian non pertanian untuk April.
Laporan perdagangan internasional dan laporan ketenagakerjaan ADP masing-masing akan dirilis Selasa dan Rabu. Data klaim pengangguran akan dirilis pada Kamis dan laporan situasi ketenagakerjaan yang lebih besar akan diumumkan pada Jumat.
Laporan-laporan tersebut kemungkinan akan diawasi dengan ketat karena investor sedang mencari petunjuk untuk melihat arah ekonomi AS yang memberikan potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS, Federal Reserve. The Fed bisa menaikkan suku bunga pada awal Juni, menurut analis.
Pada Maret, pesanan baru untuk barang-barang manufaktur meningkat 9,6 miliar dollar AS, atau 2,1 % bulan ke bulan, menjadi 476,5 miliar dollar AS, Departemen Perdagangan AS mengatakan dalam sebuah laporan Senin. Para analis mencatat kenaikan ini kurang daripada yang diperkirakan, yang berkisar dari 1,4 % hingga 3,6 %.
Perak untuk pengiriman Juli turun 30,6 sen, atau 1,90 %, menjadi ditutup pada 16,441 dollar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli bertambah 21,2 dollar AS, atau 1,88 %, menjadi ditutup pada 1.150,90 dollar AS per ounce.
+

Minggu, 03 Mei 2015

Harga Emas Kembali Ke Zona Hijau



Harga emas dan perak pada hari Senin (4/5) terpantau mengalami kenaikan setelah alami penurunan tajam ke level rendah dalam 6 minggu, ketika pasar tengah memusatkan perhatiannya terhadap pergerakan harga dollar AS ditengah spekulasi kenaikan suku bunga di wilayah Amerika.
Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman Juni telah diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.29% di level $1.178.00 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Pada pagi ini, harga emas telah bergerak menyentuh level $1.176.90 untuk sesi terendah harian dan level $1.179.20 untuk sesi tertinggi harian.
Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman Juli juga diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.36% di level $16.197 per troy ounce. Harga perak pada pagi ini telah terpantau bergerak menyentuh level $16.133 untuk sesi terendah harian dan level $16.197 untuk sesi tertinggi harian.
Harga emas terlihat mencoba kembali alami kenaikan pada pagi ini, setelah mengalami penurunan tajam ke level rendah 6 minggu sejak hari Jumat lalu ketika spekulasi atas kenaikan suku bunga di wilayah AS telah memutar perhatian pasar untuk memantau pergerakan harga dollar.
Pada hari Jumat lalu, permintaan dollar AS terlihat meningkat ditengah tanda-tanda bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan stabil setelah alami pelemahan belakangan ini.
Peningkatan pertumbuhan ekonomi AS ini telah ditandai dengan meningkatnya aktifitas manufaktur AS di bulan April, yang mana berdasarkan laporan resmi dari Institute for Supply Management menyatakan bahwa PMI Manufaktur AS terlihat stabil yang disesuaikan secara musiman menjadi 51.5 di bulan April dari 51.5 di bulan Maret.
Sementara itu pada pagi ini nantinya pasar akan dihadapkan dengan sebuah laporan resmi aktifitas manufaktur Tiongkok dan izin bangunan di wilayah Australia, yang mana data tersebut diperkirakan akan memberikan gejolak pergerakan bagi harga logam.
Jika laporan tersebut menekan harga dollar untuk mengalami pelemahan, maka peluang harga emas berjangka melanjutkan kenaikan dapat terjadi mengingat pergerakan keduanya cenderung berlawanan satu sama lain. Namun apabila laporan ekonomi tersebut mendorong dollar AS mengalami penguatan, maka harga logam berjangka berpotensi mengalami penurunan. 

Source:financeroll.co.id
+

Kamis, 30 April 2015

Harga Emas Terjun Bebas Pasca Data Pengangguran AS Rilis



Harga emas jatuh di bawah $1.200 pada Kamis (30/4) malam, setelah data klaim pengangguran yang baru saja dirilis turun ke tingkat terendah sejak tahun 2000.
Di Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman bulan Juni turun di intraday rendah $1,188.20 troy ons. Departemen tenaga kerja AS mengatakan jumlah individu untuk awal pengangguran turun 34,000 di minggu lalu ke level 262,000 dari total 296,000. Pasar mengharapkan klaim awal pengangguran jatuh 6.000 ke level 290,000. Pada saat yang sama, Departemen Perdagangan mengatakan bahwa pengeluaran pribadi naik 0,4% di bulan lalu, di bawah ekspektasi 0,5%. Seperti yang diketahui, pengeluaran konsumen adalah satu-satunya sumber terbesar dari pertumbuhan ekonomi AS.
Pada laporan terpisah menunjukkan bahwa biaya tenaga kerja AS naik 0,7% dalam tiga bulan yang berakhir per 31 Maret, di atas harapan untuk kenaikan 0,6%.
Perdagangan lainnya di Comex, perak berjangka untuk pengiriman Juli turun 16.2 sen atau 0.97% diperdagangkan pada level $16.54 troy ons. Tembaga untuk pengiriman Juli rally 5.4 sen, atau 1.92%, diperdagangkan pada level $2.853 per pound, tingkat terkuat sejak 26 Maret.
Source:financeroll.co.id
+

Rabu, 29 April 2015

Harga Emas Masih Melemah



Pergerakan harga komoditas logam berjangka di hari Kamis(30/4), harga emas dan perak terlihat lanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya setelah dirilisnya hasil pertemuan kebijakan Bank Sentral AS dini hari tadi.
Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, emas berjangka pengiriman Juni telah diperdagangkan lebih rendah 0.37% di level $1.205.40 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Sejak pagi ini, pergerakan harga emas telah terpantau bergerak menyentuh level $1.203.30 untuk sesi terendah harian dan level $1.205.70 untuk sesi tertinggi harian.
Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman Juli telah diperdagangkan lebih rendah 0.71% di level $16.583 per troy ounce. Pada pagi ini, harga perak terlihat bergerak menyentuh level $16.530 untuk sesi terendah harian dan level $16.612 untuk sesi tertinggi harian.
Harga emas terlihat lanjutkan penurunan dari sesi sebelumnya setelah dirilisnya hasil pertemuan kebijakan Bank Sentral AS dini hari tadi, dimana emas berjangka pengiriman Juni telah ditutup turun $3.90, atau 0.3% di level $1.210 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange.
Pada laporan pertemuan kebijakan tersebut, Federal Reserve memperkiraan bahwa ekonomi pertumbuhan ekonomi AS akan melaju dengan kecepatan yang “moderate” meski telah terjadinya beberapa pelemahan di kuartal pertama.
Bank Sentral AS menilai bahwa meski telah terjadinya perlambatan untuk pertumbuhan pasar tenaga kerja di kuartal pertama, namun para komite tetap memperkirakan bahwa seiring mengakomodasi kebijakan yang tepat, maka aktifitas ekonomi juga akan mengalami peningkatan yang “moderate”.
Untuk kedepannya, para pejabat resmi Bank Sentral AS juga menginginkan terjadinya kenaikan pada pasar tenaga kerja AS dan memiliki kepercayaan bahwa inflasi yang rendah dapat stabil sebelum dilakukannya normalisasi di Amerika.
Sementara itu, laporan terpisah lainnya yang dirilis oleh Biro Analis Ekonomi menyatakan bahwa pertumbuhan domestik bruto AS telah mengalami kenaikan sebesar 0.2% di kuartal pertama, dimana melambat setelah alami pertumbuhan sebesar 2.2% di kuartal sebelumnya.
Source:financeroll.co.id
+

Komoditas Jaga Fokus ke Fed dan Yaman


Harga minyak mentah turun tipis di awal sesi Asia hari ini. Para investor fokus pada ketegangan yang masih berlanjut di Yaman dan data pasokan dari Amerika Serikat. Kemarin harga minyak mentah berjangka bergerak fluktuatif karena harga rebound dengan adanya laporan yang salah dari konflik maritim di Selat Hormuz. Pelaku pasar sempat memperkirakan telah terjadi baku tembak antara angkatan laut Iran dan Amerika Serikat setelah sebuah kapal patroli yang berisi anggota Pengawal Revolusi Iran dilaporkan melepaskan tembakan ke MV Maersk Tigris karena kapal itu menyeberang ke wilayah Iran pada hari Selasa.
Tembakan dilepaskan beberapa kali sebelum kapal patroli itu mencegat kapal kontener niaga berbendera Kepulauan Marshall itu, demikian menurut Pentagon. Sementara hukum maritim internasional memungkinkan lintas damai ke selat itu dimana banyak perairan memang masih berada di wilayah Iran. Ketika patroli Iran memerintahkan kapal tersebut masuk lebih jauh ke dalam perairan Iran, kapten kapal sipil itu dilaporkan menolaknya hingga terjadi penembakan. MV Maersk Tigris kemudian mengirimkan panggilan darurat yang menyebabkan Angkatan Laut AS mengirimkan kapal perusak USS Farragut dan beberapa pesawat untuk mengamati situasi. Meskipun kapal tersebut tetap di bawah kendali Iran, seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada NBC News bahwa  “mungkin ada solusi militer” untuk masalah ini dan hingga saat ini insiden itu tetap masuk ke ranah hukum atau diplomatik yang mungkin tidak akan melibatkan intervensi militer. 
Beberapa jam kemudian, Arab Saudi bereaksi terhadap laporan pelanggaran zona larangan terbang oleh Iran. Reaksi berupa pemboman terhadap sebuah jet penumpang kosong di bandara di Yaman. Kejadian ini dikhawatirkan akan menunda pengiriman paket bantuan dan evakuasi dari negara yang dilanda perang itu.
Sebuah laporan dari PBB memaparkan jumlah orang yang telah mengungsi dari Yaman telah melampaui 300.000, lebih dari dua kali perkiraan sebelumnya. PBB dikabarkan telah berusaha menjembatani perundingan antara Arab Saudi dan kelompok pemberontak Syiah Houthi Syiah bulan lalu, sebelum pembicaraan tersebut kandas di tengah serangkaian serangan udara Saudi.Lebih dari 3.000 orang di Yaman diperkirakan tewas akibat kampanye serangan udara yang telah berlangsung selama satu bulan.
Meskipun Yaman dianggap eksportir kecil minyak mentah, negara itu memiliki wilayah strategis yang terletak di selat Bab el-Mandeb, salah satu celah sempit bagi jalur distribusi terbesar minyak. Pedagang minyak mentah sensitif terhadap resiko geopolitik yang melibatkan Arab Saudi, salah satu eksportir minyak mentah terbesar di dunia.
Di Intercontinental Exchange (ICE), minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni turun 0,21 atau 0,32% ke $64,62 per barel. Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman Juni turun 0,32% menjadi $56,88 per barel. Perdagangan minyak mentah juga bereaksi pasca data dari American Petroleum Institute (API) yang memaparkan stok minyak mentah di Amerika Serikat pada pekan lalu naik 4,2 juta barel, sedangkan persediaan distilat turun 746.000 barel dan stok bensin turun 408.000 barel. Nanti malam Departemen Energi Amerika Serikat akan merilis angka data yang sama.
Sementara itu kemarin emas berjangka naik seiring dengan pelemahan dolar karena para pedagang logam itu mengalihkan fokus mereka pada akhir dari pertemuan FOMC. Dolar bergerak lebih rendah karena indeks kepercayaan konsumen turun tajam untuk bulan April, turun lebih dari 6 poin dari level bulan Maret di 101,3.  Harga emas mulai terkoreksi pada pagi ini menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve. Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman Juni melemah 0,17% ke $1.211,80 per troy ounce.
Meskipun diperkirakan The Fed tidak akan mengumumkan kenaikan suku bunga pada pertemuan kali ini, seperti yang terbaca oleh pasar dari risalah pertemuan bulan lalu, para pelaku perdagangan emas akan tetap fokus pada agenda tersebut dan melihat kaitannya dengan performa dolar. Demikian pula dengan data penting lainnya yaitu PDB Amerika Serikat. Hingga kedua agenda ekonomi tersebut dirilis, para pelaku perdagangan cenderung untuk sementara menjauh dari aktifitas di bursa emas. 
+

Senin, 27 April 2015

Harga Minyak Terkoreksi Karena Ekspektasi Cadangan Naik, Komentar Saudi

Harga minyak berjangka AS tergelincir pada hari Selasa karena cadangan minyak mentah AS diperkirakan akan naik untuk pekan ke 16 beruntun, serta komentar dari Menteri Perminyakan Arab Saudi juga menyeret harga minyak.
Menteri Perminyakan Ali al-Naimi mengatakan kepada pejabat di Beijing bahwa kerajaan siap untuk memasokChina dengan tambahan minyak jika diperlukan, ucap kantor berita Saudi pada hari Senin.
Kontrak minyak AS bulan Juni turun sebesar 79 sen menjadi $56.20 per barel pada pukul 09.19 wib setelah berakhir 16 sen lebih rendah di $56.99 pada hari Senin.
Sebuah jajak pendapat dari lima analis, yang diambil menjelang laporan mingguan cadangan dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA), menunjukkan bahwa cadangan mungkin akan naik rata-rata 1.3 juta barel pada pekan lalu.
+

Minyak Melemah di Awal Pekan

Minyak mentah WTI berakhir melemah pada hari Senin setelah bergerak volatile akibat konflik yang terjadi di Yaman dan penurunan jumlah rig yang beroperasi mampu menahan penurunan lebih jauh, sementara kenaikan pasokan minyak global membuat pelaku pasar berhati-hati setelah harga minyak menyentuh level tertinggi 2015.
Arab Saudi kembali memimpin serangan udara terhadap pemberontak Houthi di Yaman pada hari Senin. Sementara data dari Baker Huges menunjukkan jumlah rigAS yang beroperasi turun dalam 20 bulan beruntun, dan berada pada jumlah terendah sejak tahun 2010. Sinyal berlebihnya pasokan minyak global datang dari kabar yang menyebutkan Menteri Perminyakan Arab Saudi Ali al-Naimi mengatakan siap menambah pasokan minyak ke China jika diperlukan. 
Minyak pada perdagangan Senin ditutup pada level $56,65 per barel, dengan level tertinggi harian $57,89, dan terendah $56,52.
+

Jumat, 24 April 2015

Harga Emas Anjlok Pasca Rilisnya Data Ekonomi AS





Perdagangan komoditas logam berjangka emas dan perak  pada hari Jumat (24/4), terpantau mengalami penurunan tajam setelah rilisnya laporan pesanan barang tahan lama AS malam ini.
Berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, emas berjangka pengiriman Juni telah diperdagangkan lebih rendah dengan mencatat penurunan sebesar 0.62% di level $1.186.70 per troy ounce di divisi Comex, New York Mercantile Exchange. Sejak pagi harga emas telah bergerak menyentuh level $1.186.00 untuk sesi terendah harian dan level $1.195.30 untuk sesi tertinggi harian.
Sedangkan untuk perak berjangka pengiriman Mei telah diperdagangkan lebih rendah dengan mencatat penurunan sebesar 0.32% di level $15.778 per troy ounce. Pergerakan harga perak sejak pagi ini telah terpantau bergerak menyentuh level $15.723 untuk sesi terendah harian dan level $15.883 untuk sesi tertinggi harian.
Harga emas terlihat mendapat tekanan kuat dengan mengalami penurunan taham setelah dirilisnya laporan ekonomi Amerika pada malam ini.
Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Sensus menyatakan bahwa pesanan barang tahan AS mengalami kenaikan sebesar 4.0% di bulan Maret, setelah turun sebesar 0.6% di bulan Februari. Pada pesanan barang tahan lama, diluar kategori alat pertahanan telah alami kenaikan sebesar 2.6% di bulan Maret setelah naik sebesar 1.0% di bulan Februari.
Sementara itu, untuk pesanan barang tahan lama, diluar kategori transportasi telah terpantau turun sebesar 0.2% di bulan Maret, setelah turun sebesar 0.4% di bulan Februari.
Source: financeroll.co.id

+

Kamis, 23 April 2015

Harga Emas Naik Perlahan



Emas mencoba merangkak naik pada Jumat (24/4) siang. Data ekonomi AS yang bergerak perlahan namun logam mulia tetap berlanjut menguat.
Di Comex New York, spot emas naik stabil pada level $1,192.20 per ons, setelah mendapatkan 0,6 persen dalam sesi sebelumnya. Dipicu dari lemahnya data pada klaim pengangguran AS, manufaktur dan penjualan rumah.
Data yang lemah juga berimbas kepada mata uang dolar dan menaikkan tawaran emas. Sedangkan dari The Fed juga masih ada ketidakpastian apakah kenaikan suku bunga bisa terjadi pada bulan Juni ataukah September. Perhatian tersebut bisa dilihat pada data pekan depan ketika Fed bertemu.
Pasar yang mengamati pasar fisik Asia seperti di Tiongkok, sebagai konsumen terbesar kedua dunia, premi menurun menjadi $1 per ons atas patokan global dari sekitar $2 di sesi sebelumnya. Berlanjut di India, festival Akshaya Tritiya kemarin membuat pembelian emas naik sekitar 15 persen meskipun itu hanya pada pagelaran festival saja.
Source:financeroll.co.id
+

Rabu, 22 April 2015

Harga Emas Spot LLG Ditutup Menguat Mantap Tembus Resistance

Harga emas spot LLG pada akhir perdagangan Rabu dini hari tadi mengalami penguatan yang signifikan (22/4). Harga logam mulia ditutup naik mantap menembus level resistance harian. Harga berhasil mengembalikan sebagian besar kerugian yang terjadi pada perdagangan sebelumnya. Pelemahan dollar AS yang malam tadi terjadi menjadi penyebab peningkatan harga emas tersebut.
Peningkatan harga emas juga terjadi karena para pelaku pasar kembali dilanda kekhawatiran mengenai nasib Yunani. Akan tetapi bursa saham menolak untuk kalah karena rilis laporan keuangan yang mantap untuk kuartal pertama menghapuskan kekhawatiran tentang Yunani.
Dollar AS bergerak retreat pada perdagangan tadi malam terhadap rival-rivalnya. Melemahnya dollar AS membuat komoditas yang diperdagangkan dalam mata uang tersebut menjadi lebih diminati oleh para investor sebab harganya menjadi relatif lebih murah.
Harga emas spot pada akhir perdagangan Rabu dini hari ditutup menguat sebesar 0,5 persen pada posisi 1.202,90 dollar per troy ons. Harga emas spot LLG pada perdagangan kemarin sempat mencapai posisi harian tertinggi di 1204 dollar.
Sementara itu harga emas berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Juni juga mengalami peningkatan. Harga ditutup menguat sebesar 9,40 dollar atau 0,8 persen pada posisi 1.203,10 dollar per troy ons.
Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan harga emas spot LLG  hari ini akan bergerak terbatas di sesi Asia. Pergerakan harga logam mulia masih berpotensi untuk bergerak dalam pola sideways. Belum ada kejelasan mengenai sentimen mana yang akan mendominasi perdagangan.
Pada perdagangan hari har ini harga emas berpotensi mengetes level resistance pada posisi 1208 dollar per troy ons. Jika berhasil ditembus harga akan melanjutkan kenaikan lagi ke posisi 1214 dollar. Sedangkan jika terjadi pergerakan yang melemah lanjutan harga akan mengetes level support pada posisi 1192 dollar. Jika berhasil ditembus harga akan melanjutkan pelemahan ke posisi 1185 dollar.
+

Senin, 20 April 2015

Emas Ditutup Melemah



Emas berjangka menetap lebih rendah pada penutupan hari Selasa (21/4) di saat reli yang terjadi di bursa AS menyebabkan para investor berpaling dari emas.
Sementara itu, perak berjangka turun lebih dari 2% di saat perlambatan pertumbuhan ekonomi di Tiongkok mengurangi permintaan kepada industri logam.
Emas untuk kontrak bulan Juni turun sebanyak $ 9,40 atau 0,8% untuk menetap di $ 1.193,70 per ons. Perak untuk bulan Mei ditutup turun 34 sen atau 2,1% pada $ 15.889 per ons.
Dalam perdagangan logam lainnya, platinum untuk bulan Juli turun $ 18,70 atau 1,6% menjadi US $ 1.148,80 per ons, sedangkan paladium untuk pengiriman bulan Juni turun $ 10,55 atau 1,4% ke $ 772,40 per ons. Tembaga untuk kontrak Mei kehilangan 4,15 sen atau turun sebanyak 1,5% ke $ 2.733 per pon.
Source:financeroll.co.id

+

Minggu, 19 April 2015

Minyak Merespon Positif Stimulus China


Harga minyak melanjutkan rally seiring China mengambil langkah stimulusekonomi baru dan pihak pengeboran minyak di AS memangkas jumlah rig aktif menuju level terendah sejak November 2010. Minyak rally sebesar 1.2% pada sesi New York hari Jumat lalu pasca memangkas kenaikan mingguan kelima. China pada hari Minggu mengumumkan pemangkasan terbesar pasca krisis keuangan global pada rasio cadangan modal perbankan menyusul laporan yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi sedang melambat. Rig minyak di AS turun sebanyak 26 menjadi 734 pekan lalu, menurut Baker Hughes Inc. Harga minyak telah naik 30% dari level rendah 6-tahun di bulan Maret dalam sinyal minimnya jumlah rig yang aktif akan menghambat tingkat produksi dan mengurangi kelebihan suplai minyak global. Rally masih mungkin terhambat dengan suplai minyak AS yang masih berada dekat level tertinggi dalam 85 tahun.
Michael McCarthy, kepala strategis CMC Markets di Sydney, mengatakan bahwa pemangkasan rasio cadangan modal di China sudah jelas dianggap sebagai stimulus. Pasar minyak bereaksi cukup kuat terhadap hal tersebut, dan pengurangan jumlah rig dan tingkat produksi di AS membantu menguatkan skenario bullish minyak, tambahnya. AS dan China merupakan dua negara konsumen miyak terbesar di dunia dan akan mencakup sekitar sepertiga dari permintaan global tahun ini, menurut estimasi dari International Energy Agency di Paris
+