Tampilkan postingan dengan label International. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label International. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Agustus 2015

Harga Minyak Naik Tajam Setelah OPEC Menyatakan


Harga minyak naik tajam setelah OPEC menyatakan bahwa OPEC bersedia untuk berbicara dengan produsen lain untuk mencapai 'harga wajar', catat Tim Riset ANZ di Australia.

Kutipan Penting

Sehubungan dengan setidaknya seminggu yang lalu - ketika pasar secara efektif dalam mode kemerosotan - tindakan harga telah agak stabil.

Namun, salah satu mendapat kesan bahwa meskipun relatif tenang, pasar tetap gelisah (hari penurunan lainnya di pasar ekuitas global dan kenaikan sederhana di VIX memperkuat kegelisahan ini).

"Tapi apa yang juga telah berkembang menjadi sedikit tema selama beberapa hari terakhir adalah pemantulan harga minyak. Harga melonjak lagi semalam, dengan harga WTI dan Brent sekarang keduanya naik sekitar 25% dari terendah minggu lalu."

"Selalu sulit untuk menentukan alasan untuk gerakan sehari-hari, tapi pasti ada petunjuk dari respon pasokan dimungkinkan karena harga rendah."

"Semalam OPEC menyatakan bahwa pihaknya siap untuk berbicara dengan produsen lain untuk mencapai "harga wajar". Itu tentu saja bisa saja hanya sedikit berpolitik mengingat strategi terhadap itu tampak menjadi semua tentang pangsa pasar."

"Tapi itu menunjukkan bahwa banyak produsen cenderung tersakiti pada tingkat ini. Bankir bank sentral (dan pasar obligasi) akan tetap mencermati sangat dekat perkembangan mengingat dampak bahwa minyak telah mengalami inflasi dan ekspektasi inflasi global."

"Tapi pasar minyak bukan satu-satunya komoditas di mana respon pasokan bisa dibilang tertunda. Ambil produk susu, di mana kita mendengar anekdot dari dari pemusnahan sapi Selandia Baru dan memotong kembali penggunaan pakan tambahan. Memang itu belum terjadi di AS dan Eropa, di mana pasokan susu terus meningkat."
+

Rabu, 26 Agustus 2015

PBoC Tetapkan Kurs Acuan Yuan Di 6,4085


PBoC menetapkan kurs acuan yuan di 6,4085 vs 6,4043 kemarin. Fokus sekarang akan berada pada Shanghai Composite, yang akan dibuka di 01:30GMT.

PBoC menyuntikkan 150 miliar yuan melalui reverse repo 7 hari. Juga menyuntikkan net 60 miliar yuan melalui operasi pasar terbuka pekan ini, versus net 150 miliar suntikan pekan lalu.
+

Selasa, 25 Agustus 2015

Proyeksi Kenaikan Suku Bunga Fed Kembali ke Awal 2016 - Barclays

Image result for Proyeksi Kenaikan Suku Bunga Fed Kembali ke Awal 2016 - Barclays
Ekonom di Barclays Capital telah mendorong kembali proyeksi kenaikan suku bunga mereka dari bulan September sampai Maret di bangun dari volatilitas keuangan baru-baru ini dan ketidakpastian pertumbuhan di pasar negara berkembang.

Kutipan Penting:

"Meskipun kami terus melihat kegiatan ekonomi di Amerika Serikat solid dan membenarkan kenaikan suku bunga, kami percaya Federal Reserve tidak mungkin untuk memulai siklus kenikan dalam lingkungan ini karena takut bahwa langkah tersebut mungkin lebih mengacaukan pasar."

"Sebaliknya, kami percaya FOMC akan menunda awal siklus kenaikan suku bunga setelah September sebagai sarana untuk mengimbangi kondisi keuangan ketat saat mengevaluasi efek volatilitas baru-baru ini."

Namun, juga menambahkan bahwa jika saat ini "volatilitas pasar membuktikan sementara," FOMC dapat meningkatkan biaya pinjaman pada pertemuan Desember.
+

Senin, 24 Agustus 2015

PBOC: Paket Stimulus Besar Segera Tiba? - Nomura


Tim Ekonomi Asia Nomura, dalam sebuah catatan kepada klien, tidak mengesampingkan langkah paket stimulus besar – moneter, fiskal, dan stabilisasi pasar saham – oleh China, untuk menghasilkan efek sinyal maksimum, mereka menulis.

Kutipan penting

"Kami mengharapkan dua pemangkasan rasio persyaratan cadangan (RRR) 50bp dan satu pemangkasan suku bunga 25bp selama sisa tahun ini, namun, di 18,5% untuk bank-bank besar, kita tidak akan mengesampingkan pemangkasan tambahan yang lebih besar untuk RRR, sekarang intervensi FX untuk membatasi depresiasi RMB adalah pengetatan kondisi pasar uang."

"Penggunaan yang lebih besar pinjaman tambahan PBOC dari yang dijanjikan dan pelonggaran lebih lanjut keuangan pemerintah daerah melalui lebih banyak swap utang juga mungkin. Akhirnya, kemungkinan stimulus fiskal yang lebih tradisional gaya 2008 meningkat, meskipun kemungkinan akan lebih hati-hati ditargetkan pada daerah yang membutuhkan lebih banyak investasi, seperti sistem perkotaan transportasi, infrastruktur air, teknologi hijau, IT, kesehatan dan pendidikan."

"Secara keseluruhan, kami tidak mengesampingkan langkah paket stimulus besar moneter, fiskal, dan stabilisasi pasar saham - Untuk menghasilkan efek sinyal maksimum. Seperti yang ditekankan di atas, saat ini kami tidak berpikir bahwa devaluasi RMB besar adalah garis pertahanan pertama, karena manfaat (untuk ekspor) akan sebanding dengan biaya (mempercepat arus keluar modal lebih besar, memicu beberapa default pada utang FX, katalis untuk perang mata uang regional, reaksi proteksionis)."
+

Selasa, 05 Mei 2015

Kesulitan Uang, Irak Pinjam $800 Juta ke IMF

Irak mengajukan bantuan dana kepada International Monetary Fund (IMF) senilai $800 juta. Menurut perwakilan IMF, uang tersebut bisa dicairkan dalam beberapa pekan ke depan.
Pemerintah Irak membutuhkan modal untuk beroperasi karena neraca keuangannya timpang akibat penurunan harga minyak dan instabilitas keamanan yang disebabkan oleh ISIS. Pihak Baghdad memprediksi defisit anggaran mencapai $25 miliar tahun ini dari total anggaran yang sekitar $100 miliar.
Bantuan dari IMF dapat mengurangi beban keuangan dan memulihkan kepercayaan investor sehingga pemerintah bisa meminjam dana lagi di pasar kredit. Pemerintah tidak ingin rencana penerbitan surat hutang pertamanya dalam 9 tahun terakhir senilai $5 miliar gagal di tengah jalan.
"Kami akan mempelajari hal ini dalam hitungan minggu. Keputusannya bisa didapat tidak lama lagi," kata Masood Ahmed, Director IMF untuk wilayah Timur Tengah dan Asia Tengah, seperti dikutip oleh Yahoo!. Skema bantuan kemungkinan masuk dalam paket Rapid Financing Instrument (RFI) dan jumlahnya tidak akan terlalu besar, yakni sekitar $800 juta. RFI sendiri adalah fasilitas yang dirancang IMF untuk menyediakan bantuan dana cepat kepada negara anggota yang ingin menyeimbangkan neraca keuangannya. Periode pelunasannya maksimal sampai 3-1/4 tahun, berdasarkan penjelasan di website IMF. Apabila pembiayaan berjalan lancar, Irak kemungkinan bisa mendapat pinjaman lanjutan untuk tenor yang lebih panjang lagi.
Seperti biasa, Irak kemungkinan harus melakukan beberapa program penyesuaian anggaran untuk 'menyenangkan' IMF. Di antaranya dengan menerbitkan obligasi berdenominasi mata uang domestik, pajak produk tertentu dan barang-barang konsumen serta pengurangan gaji pegawai negeri.
+

Apple kaji penerbitan obligasi berbasis Yen



 Apple Inc sedang mengkaji rencana penerbitan surat utang atau obligasi berdenominasi yen. Ini merupakan upaya raksasa produsen komputer asal Amerika Serikat (AS) itu untuk memanfaatkan pendanaan berbiaya murah.
Untuk memuluskan rencana tersebut, produsen iPhone ini telah menunjuk Goldman Sachs Group Inc. dan Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. sebagai arranger. Hal tersebut diungkapkan Boomberg pada akhir pekan  lalu (1/5), setelah mendapat penjelasan resmi dari Goldmand Sachs.
Bila rencana ini terlaksana, maka akan menjadi obligasi berdenominasi yen pertama yang diterbitkan oleh Apple.
Berdasarkan data Bank of America Merrill Lynch, biaya pinjaman surat utang dalam mata uang yen saat ini berada dalam posisi yang sudah sangat rendah. Hingga akhir April 2015, kupon bunga obligasi yen hanya meminta imbal hasil sebesar 0,47% per tahun.
Namun sayang, manajemen Apple enggan buka suara terkait rencana fund rising ini. Juru bicara Apple di Jepang, Takashi Takebayashi menolak mengomentari kabar ini.
Berdasarkan data yang dikumpulkan Bloomberg, tercatat pada bulan Februari lalu, Apple menerbitkan obligasi senilai 1,25 miliar franc Swiss atau setara US$ 1,34 miliar. Utang ini memiliki masa jatuh tempo hingga tahun 2024. Goldman dan Credit Suisse Group AG bertindak sebagai arranger dalam penerbitan obligasi franc swiss itu.
Sebelumnya, pada bulan November 2014, Apple juga sudah merilis surat utang dalam mata uang euro sejumlah € 2,8 miliar atau setara US$ 3,1 miliar.
Dividen & buyback saham
Pencarian dana besar-besaran oleh Apple bertujuan untuk memenuhi rencana pembagian keuntungan bagi pemegang saham dan membiayai program pembelian kembali saham (buyback). Hingga Maret 2017 mendatang, manajemen Apple masih mencari dana sebesar US$ 70 miliar.
Dalam dua tahun terakhir saja, Apple sudah mengumpulkan dana segar senilai US$ 40 miliar. Dana tersebut lagi-lagi demi melenggangkan aksi bagi-bagi dividen dan buyback.
Seperti telah diberitakan sebelumnya, Apple mengalokasikan aksi pembelian kembali saham senilai US$ 90 miliar hingga akhir tahun 2017 mendatang.
Sekedar mengingatkan, pada kuartal yang berakhir Maret 2015 lalu, Apple mencetak laba bersih senilai US$ 13,6 miliar, atau setara US$ 2,33 per saham. Di sisi lain, pendapatan Apple naik 27%  dari periode yang sama tahun 2014 menjadi US$ 58 miliar.
+

Minggu, 03 Mei 2015

Uni Eropa berhasil keluar dari jurang deflasi

LONDON. Kawasan Uni Eropa berhasil keluar dari jurang deflasi. Data resmi menunjukkan, tingkat inflasi di 19 negara Uni Eropa mencapai 0% di bulan April 2015, naik dari -0,1% pada bulan Maret lalu. Tingkat inflasi di sektor jasa berada tercatat sebesar 0,9%. Sementara, kenaikan harga makanan di bulan April tercatat 0,3%.
Begitu pula dengan harga alkohol dan tembakau naik 0,9%. Meski berhasil lolos dari himpitan deflasi, Uni Eropa masih dibayangi oleh rendahnya biaya energi. Harga energi di zona euro turun 5,8% pada bulan April 2015. Di bulan sebelumnya, biaya energi di Uni Eropa turun 6%. Bank Sentral Eropa mengklaim, kebijakan moneter yang diambil telah mendorong inflasi.
Pada awal tahun ini, Bank Sentral Eropa mengumumkan program stimulus senilai € 1,1 triliun. "Setelah mencapai tingkat rendah para pertengahan Januari, harapan inflasi jangka panjang di Uni Eropa telah pulih," tulis Bank Sentral Eropa dalam buletin ekonomi terbaru seperti dikutip BBC.
Eurostat menyebut, tingkat pengangguran di kawasan Uni Eropa masih akan stabil di tingkat 11,3% pada Maret 2015. Angka ini lebih rendah dibandingkan bulan Maret 2014 yang mencapai 11,7%. Jerman memiliki tingkat pengangguran paling rendah yakni sebesar 4,7%. Menyusul berikutnya adalah Inggris dengan angka pengangguran sebesar 5,5%.
Yunani dan Spanyol adalah negara dengan tingkat pengangguran tertinggi. Kedua negara memiliki tingkat pengangguran masing-masing sebesar 25,7% dan 23%. Kendati begitu, angka pengangguran di Spanyol telah berkurang. Sebelumnya, tingkat pengangguran di Spanyol mencapai 25,2%.
Selain Spanyol, negara-negara Eropa yang mencatat penurunan angka pengangguran adalah Irlandia. Negara yang bertetangga dengan Inggris tersebut berhasil menurunkan angka pengangguran dari 12% menjadi 9,8%.
Hal yang sama juga terjadi di Polandia. Angka pengangguran Polandia turun dari 9,6% menjadi 7,7%. Sementara, negara-negara besar Eropa lainnya seperti Prancis dan Italia malah mencatatkan kenaikan tingkat pengangguran selama 12 bulan terakhir. Jumlah pengangguran di Italia naik dari 10,1% menjadi 10,6%. Lalu, di Prancis, tingkat pengangguran meningkat menjadi 13%.
+

Pebisnis Thailand akan beli 51% saham AC Milan

MILAN. Beban utang yang besar ditambah rugi bersih yang kian menggunung, membuat Silvio Berlusconi tak pernah lelah menawarkan saham klub sepakbola legendaris AC Milan, kepada investor strategis.
Kali ini, calon pembeli klub berjuluk Rossoneri itu merupakan pebisnis asal Thailand bernama Bee Taechaubol. Seperti diberitakan Reuters, Rabu (29/4), Taechaubol dikabarkan tengah bernegosiasi dengan Berlusconi. Taechaubol mengajukan penawaran untuk membeli 51% saham AC Milan seharga € 500 juta atau setara Rp 7,27 triliun (kurs € 1=Rp 14.550).
Mengutip pemberitaan harian bisnis Italia, II Sole 24 OreReuters, Taechaubol dikabarkan telah membentuk konsorsium bersama investor lain asal China dan Uni Emirat Arab (UEA) dalam upaya menguasai AC Milan.
Pada Februari 2015 lalu, Taechaubol juga sempat diberitakan siap menyedikan dana € 1 miliar demi memboyong seluruh saham tim yang sudah tujuh kali menjuarai piala Eropa tersebut. Taechaubol kini menjabat Executive Director pada Thai Prime Co. Ltd., perusahaan investasi ternama asal Thailand.
Dalam penjelasan kepada Bloomberg, Minggu (3/5), Taechaubol membenarkan rencana pembelian saham AC Milan tersebut. Dia mengaku sudah bersepakat mengenai sejumlah prinsip dalam transaksi itu. "Mitra penyokong pendanaan akuisisi sudah siap. Dan kami menantikan hasil dari pembicaraan tersebut," tutur Taechaubol.
Taechaubol menambahkan, AC Milan bakal menjadi aset penting baru konsorsiumnya jika bisa membelinya dari Fininvest, holding company(perusahaan induk) milik Berlusconi yang mengusai penuh saham AC Milan.
Beban menumpuk Mungkin memang tidak mudah bagi Berlusconi untuk begitu saja melepas AC Milan yang sudah dimilikinya sejak tahun 1986. Kiprah Rossoneri telah lekat dengan Berlusconi, sejak sang mantan Perdana Menteri Italia itu memegang tampuk pimpinan di Italia.
Namun kini, kondisi keuangan AC Milan cukup memprihatinkan. Klub ini tahun lalu mencetak kerugian bersih senilai € 91,3 juta dengan beban utang mencapai € 250 juta. Segala cara coba dilakukan pemilik klub untuk meringankan beban utang. Termasuk, menjual pemain bintang mereka, seperti Zlatan Ibrahimovic dan Thigo Silva beberapa tahun lalu.
Sebelumnya, miliarder asal China, Zong Qinghou juga dikabarkan mengincar 75% saham AC Milan. Namun pria pemilik harta kekayaan senilai US$ 19 miliar itu membantahnya. "Kami tidak memiliki rencana masuk ke bisnis sepakbola," tutur Qinghou.
+

Mester: Kenaikan Suku Bunga Masih Mungkin Di Bulan Juni

Salah satu petinggi Federal Reserve, Loretta Mester, mensinyalkan dukungan untuk kenaikan suku bunga di bulan Juni dan menggarisbawahi laporan tenaga kerja sebagai pertimbangan utama penentuan kebijakan moneter. Mester merupakan pejabat Fed pertama yang berbicara di hadapan publik setelah pertemuan tertutup FOMC pekan ini.
Presiden Federal Reserve Cleveland ini merupakan pendukung kenaikan suku bunga sebelum pertengahan tahun. Reuters mengutip pernyataan Mester yang mengungkapkan ketetapan moneter AS akan bergantung pada data-data ekonomi yang akan dirilis, terutama laporan tenaga kerja untuk bulan April dan Mei.
Mester, yang tahun ini tidak termasuk dalam anggota FOMC, tetap optimis menilai inflasi. Target 2% akan tetap tercapai seiring membaiknya finansial konsumen dan kekayaan warga AS yang mencapai rekor, ungkap Mester saat berpidato dalam konfedernsi di Fed Philadelphia hari Jumat (1/5). Nilai kekayaan warga AS rebound tajam dari $69,7 triliun di tahun 2007 menjadi $82,9 triliun di akhir tahun 2014.
+

Rabu, 29 April 2015

Komoditas Jaga Fokus ke Fed dan Yaman


Harga minyak mentah turun tipis di awal sesi Asia hari ini. Para investor fokus pada ketegangan yang masih berlanjut di Yaman dan data pasokan dari Amerika Serikat. Kemarin harga minyak mentah berjangka bergerak fluktuatif karena harga rebound dengan adanya laporan yang salah dari konflik maritim di Selat Hormuz. Pelaku pasar sempat memperkirakan telah terjadi baku tembak antara angkatan laut Iran dan Amerika Serikat setelah sebuah kapal patroli yang berisi anggota Pengawal Revolusi Iran dilaporkan melepaskan tembakan ke MV Maersk Tigris karena kapal itu menyeberang ke wilayah Iran pada hari Selasa.
Tembakan dilepaskan beberapa kali sebelum kapal patroli itu mencegat kapal kontener niaga berbendera Kepulauan Marshall itu, demikian menurut Pentagon. Sementara hukum maritim internasional memungkinkan lintas damai ke selat itu dimana banyak perairan memang masih berada di wilayah Iran. Ketika patroli Iran memerintahkan kapal tersebut masuk lebih jauh ke dalam perairan Iran, kapten kapal sipil itu dilaporkan menolaknya hingga terjadi penembakan. MV Maersk Tigris kemudian mengirimkan panggilan darurat yang menyebabkan Angkatan Laut AS mengirimkan kapal perusak USS Farragut dan beberapa pesawat untuk mengamati situasi. Meskipun kapal tersebut tetap di bawah kendali Iran, seorang pejabat Pentagon mengatakan kepada NBC News bahwa  “mungkin ada solusi militer” untuk masalah ini dan hingga saat ini insiden itu tetap masuk ke ranah hukum atau diplomatik yang mungkin tidak akan melibatkan intervensi militer. 
Beberapa jam kemudian, Arab Saudi bereaksi terhadap laporan pelanggaran zona larangan terbang oleh Iran. Reaksi berupa pemboman terhadap sebuah jet penumpang kosong di bandara di Yaman. Kejadian ini dikhawatirkan akan menunda pengiriman paket bantuan dan evakuasi dari negara yang dilanda perang itu.
Sebuah laporan dari PBB memaparkan jumlah orang yang telah mengungsi dari Yaman telah melampaui 300.000, lebih dari dua kali perkiraan sebelumnya. PBB dikabarkan telah berusaha menjembatani perundingan antara Arab Saudi dan kelompok pemberontak Syiah Houthi Syiah bulan lalu, sebelum pembicaraan tersebut kandas di tengah serangkaian serangan udara Saudi.Lebih dari 3.000 orang di Yaman diperkirakan tewas akibat kampanye serangan udara yang telah berlangsung selama satu bulan.
Meskipun Yaman dianggap eksportir kecil minyak mentah, negara itu memiliki wilayah strategis yang terletak di selat Bab el-Mandeb, salah satu celah sempit bagi jalur distribusi terbesar minyak. Pedagang minyak mentah sensitif terhadap resiko geopolitik yang melibatkan Arab Saudi, salah satu eksportir minyak mentah terbesar di dunia.
Di Intercontinental Exchange (ICE), minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni turun 0,21 atau 0,32% ke $64,62 per barel. Di New York Mercantile Exchange, minyak mentah WTI untuk pengiriman Juni turun 0,32% menjadi $56,88 per barel. Perdagangan minyak mentah juga bereaksi pasca data dari American Petroleum Institute (API) yang memaparkan stok minyak mentah di Amerika Serikat pada pekan lalu naik 4,2 juta barel, sedangkan persediaan distilat turun 746.000 barel dan stok bensin turun 408.000 barel. Nanti malam Departemen Energi Amerika Serikat akan merilis angka data yang sama.
Sementara itu kemarin emas berjangka naik seiring dengan pelemahan dolar karena para pedagang logam itu mengalihkan fokus mereka pada akhir dari pertemuan FOMC. Dolar bergerak lebih rendah karena indeks kepercayaan konsumen turun tajam untuk bulan April, turun lebih dari 6 poin dari level bulan Maret di 101,3.  Harga emas mulai terkoreksi pada pagi ini menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve. Di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas untuk pengiriman Juni melemah 0,17% ke $1.211,80 per troy ounce.
Meskipun diperkirakan The Fed tidak akan mengumumkan kenaikan suku bunga pada pertemuan kali ini, seperti yang terbaca oleh pasar dari risalah pertemuan bulan lalu, para pelaku perdagangan emas akan tetap fokus pada agenda tersebut dan melihat kaitannya dengan performa dolar. Demikian pula dengan data penting lainnya yaitu PDB Amerika Serikat. Hingga kedua agenda ekonomi tersebut dirilis, para pelaku perdagangan cenderung untuk sementara menjauh dari aktifitas di bursa emas. 
+

Jumat, 24 April 2015

Dolar AS Anjlok Pasca Keluarnya Data Ekonomi Amerika



Perdagangan mata uang dollar AS pada Jumat (24/4) terpantau  melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya setelah dirilisnya laporan pesanan barang tahan lama Amerika.
Berlangsungnya perdagangan di sesi Eropa, pasangan EURUSD menguat 0.35% di level 1.0860, GBPUSD menguat 0.67% di level 1.5158, USDJPY melemah 0.21% di level 119.34, dan USDCHF melemah 0.12% di level 0.9534. Sedangkan terhadap mitra dollarnya, greenback terpantau melemah dengan pasangan AUDUSD menguat 0.46% di level 0.7814 dan USDCAD melemah 0.33% di level 1.2105.
Pada index dollar AS, yang memperlihatkan performa greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya telah terpantau melemah 0.29% di level 97.15.
Meski secara keseluruhan hasil pesanan barang tahan lama Amerika mengalami kenaikan, namun pada pesanan barang tahan lama inti telah alami penurunan di bulan Maret, sehingga menekan dollar AS mengalami penurunan tajam terhadap beberapa mata uang utama lainnya.
Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Sensus menyatakan bahwa pesanan barang tahan AS mengalami kenaikan sebesar 4.0% di bulan Maret, setelah turun sebesar 0.6% di bulan Februari. Pada pesanan barang tahan lama, diluar kategori alat pertahanan telah alami kenaikan sebesar 2.6% di bulan Maret setelah naik sebesar 1.0% di bulan Februari.
Sementara itu, untuk pesanan barang tahan lama, diluar kategori transportasi telah terpantau turun sebesar 0.2% di bulan Maret, setelah turun sebesar 0.4% di bulan Februari.
Source: financeroll.co.id
+

Bursa Amerika Buka Di Zona Hijau



Bursa Saham AS dibuka sebagian besar lebih tinggi pada hari Jumat dan berada di jalur keuntungan mingguan yang cukup baik. Nasdaq Composite diperdagangkan di titik rekor setelah mengalami penutupan pada hari Kamis pada posisi tertinggi untuk pertama kalinya dalam 15 tahun.
Indeks teknologi berat atau Nasdaq membuka 31 poin, atau 0,6%, pada 5088. Keuntungan hari Jumat dipicu oleh rally sektor teknologi berikut pendapatan persusahaan yang lebih baik dari perkiraan seperti Amazon.com dan Microsoft. S & P 500 dibuka 2 poin lebih tinggi atau 0,1% di level 2.115. Sementara itu Indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir 19 poin, atau turun 0,1% ke posisi 18.042.
Source: financeroll.co.id
+

Selasa, 21 April 2015

Sentimen Ekonomi Jerman Turun di Bulan April

Tingkat kepercayaan investor terhadap ekonomi Jerman secara mengejutkan turun di bulan April akibat ketidakpastian kondisi utang Yunani kemungkinan akan berdampak terhadap perekonomian terbesar di Eropa tersebut.
ZEW Center for European Economic Research melaporkan angka indeks dari ekspektasi investor dan analis terhadap ekonomi Jerman dalam enam bulan kedepan turun menjadi 53,5 di bulan April dari 54,8 di bulan Maret, sekaligus mematahkan ekspektasi kenaikan menjadi 55,3 oleh para ekonom yang disurvei Bloomberg News.
Meski demikian untuk 238 investor dan analis yang disurvei oleh ZEW tersebut masih optimis dengan kondisi ekonomi saat ini, dengan angka indeks mencapai 70,2, jauh naik dari bulan Maret sebesar 55,1.
Ekonom juga memperkirakan ekonomi Jerman akan tumbuh 0,5% di kuartal pertama tahun ini, dan akan tumbuh dengan laju yang sama di kuartal selanjutnya. (pap)
+

Senin, 20 April 2015

Fokus Sepanjang Pekan Pada Pidato Yellen & Data Nonfarm Payrolls

Fokus para investor sepanjang pekan ini akan tertuju pada laporan tenaga kerja nonfarm payrolls AS, laporan penjualan sektor otomotif selama bulan Maret, serta pidato sejumlah pejabat bank sentral AS.
Pertama-tama para pelaku pasar akan menunggu data penjualan dari produsen kendaraan bermotor AS sepanjang bulan Maret lalu. Laju penjualan General Motors dan produsen otomotif lainnya diperkirakan naik tipis dibanding bulan sebelumnya.
Perhatian selanjutnya akan tertuju pada data pending home sales, consumer confidence dan aktivitas sektor manufaktur. Serta laporan tenaga kerja ADP di hari Rabu.
Selain itu para investor juga akan memperhatikan komentar Presiden Fed Janet Yellen yang akan memberikan sambutan pada konferensi Federal Reserve di hari Kamis, dengan topic : Mobilitas Ekonomi. Pidato pejabat The Fed lain  yang ditunggu minggu ini antara lain, Presiden Fed Richmond Jeffrey Lacker, presiden Fed Cleveland, Loretta Mester dan Presiden Fed Kansas City, Esther George.
Data lain yang tak kalah penting, yakni laporan pertumbuhan tenaga kerja AS selama bulan Maret, laju nonfarm payrolls AS diperkirakan menurun ke 244,000, lebih rendah dibanding bulan February di 295,000. Sementara tingkat pengangguran di level 5.5%. Respon para pelaku pasar pada rilis data NFP akan menarik, apalagi di hari Jumat pekan depan bursa saham akan ditutup lebih awal libur Good Friday.
+

Euro Anjlok Dibebani Kecemasan Yunani

Nilai tukar Euro anjlok tajam lebih dari setengah persen terhadap Dollar di awal perdagangan pekan hari Senin, didominasi respon market pada stimulus ekonomi terbaru China serta kekhawatiran situasi Yunani. Rapat IMF selama akhir pekan juga gagal membantu ketakutan keluarnya Yunani dari zona Euro, sehingga Dollar bergerak menuju paritas terhadap Euro hingga kwartal ketiga.
Bunga pinjaman obligasi Jerman pada tenor 10-tahun melanjutkan penurunan ke level nol di hari Senin, seiring kekhawatiran keluarnya Yunani dari zona Euro meningkatkan permintaan asset safe haven, di saat bersamaan program pembelian obligasi ECB menyeret yield.
Katalis negative lainnya yakni langkah bank sentral China (PBoC) di hari Senin memangkas giro wajib minimum perbankan sebagai upaya untuk mendongkrak laju peminjaman perbankan demi mengatasi resiko pelambatan pertumbuhan,
sumber: 
+

Wall St. Melambung, Didukung Oleh Saham Teknologi


Bursa saham AS melonjak pada hari Senin, hampir pulih dari aksi jual pada hari Jumat, seiring saham-saham perusahaan teknologi yang termasuk Apple Inc. dan Microsoft Corp. reli sebelum perusahaan terbesar di industri teknologi berikan gambaran yang jelas dari earnings kuartalan mereka.
Saham perusahaan komputer dan internet di Standard & Poor 500 melonjak 1.8%, dipimpin oleh penguatan di saham Facebook Inc., Microsoft Corp dan Cisco Systems Inc. Perusahaan teknologi, yang merupakan perusahaan dengan kinerja saham terburuk selama aksi jual di pasar hari Jumat, sedang dipantau dengan ketat di tengah laporan musiman yang mungkin kita melihat penurunan kuartalan pertama sejak 2009 untuk perusahaan-perusahaan di S&P 500.
Krishna Memani, kepala investasi di Oppenheimer Funds Inc mengatakan bahwa jika anda ingin meramalkan apa yang mungkin terjadi di bursa, perusahaan teknologi adalah contoh yang baik untuk itu. Perusahaan teknologi biasanya menjadi perusahaan yang tumbuh dengan beta yang relatif tinggi di pasar. Dunia membutuhkan cerita pertumbuhan yang baik.
Indeks S&P 500 ditutup 19.22 poin lebih tinggi, atau 0.9% di 2,100.40, dengan sektor teknologi pimpin penguatan. Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 208.63 poin, atau 1.2% menjadi 18,034.93. Sementara itu indeks Nasdaq komposit akhiri sesi dengan naik 62.79 poin, atau 1.3% menjadi 4,994.60.
Bursa saham AS rebound dari penurunan terbesar dalam tiga pekan setelah bank sentral China pangkas rasio cadangan lembaga keuangan dan earnings Morgan Stanley lampaui estimasi serta Kansas City Southern pimpin perusahaan kereta api bergerak lebih tinggi, dan Hasbro Inc., melonjak ke rekor tertinggi pada laporan earnings yang lebih baik dari estimasi.
Sumber: monexnews.com
+

Kejutan China Mendongkrak Performa Bursa Eropa

Bursa saham Eropa membuntuti sentimen pasar Asia untuk ditutup lebih tinggi pada hari Senin, menyusul langkah mengejutkan bank sentral China pada hari Minggu yang menurunkan Reserve Requirement Ratio(RRR) untuk semua bank sebesar 100 basis poin.
Saham-saham pertambangan, yang memiliki eksposur besar ke China, memperlihatkan kinerja cemerlang. Gainpada saham Anglo American, Rio Tinto dan Glencoremembantu FTSE100 Inggris mengakhiri perdagangan sekitar 0,8% lebih tinggi. DAX Jerman mencatat rally terkuat dengan ditutup naik 1,75%. Sedangkan CAC Perancis terapresiasi lebih dari 0,8%.
Bagaimanapun, fokus pasar Eropa masih belum dapat beralih dari masalah Yunani. Presiden European Central Bank Mario Draghi pada hari Sabtu lalu mengatakan Athena, yang kehabisan uang, terancam default pada hutang, dan berpotensi meninggalkan blok Euro, harus berusaha untuk menyelamatkan diri mereka sendiri.
Sementara menteri keuangan blok Euro dijadwalkan akan kembali melangsungkan pertemuan pada 24 April mendatang, dengan agenda membahas rencana reformasi Yunani yang sangat dibutuhkan untuk membuka aliran dana bantuan tahap berikutnya. Namun beberapa petinggi zona Euro, termasuk Menteri Keuangan Jerman Wolfgang Schaeuble cukup skeptis jika pertemuan itu akan dapat menghasilkan solusi.
+

Dolar AS Menguat di Tengah Kekhawatiran Yunani



Euro diperdagangkan lebih rendah terhadap dolar pada awal Selasa (21/4), di saat pasar mengkhawatirkan bahwa negosiasi utang antara Yunani dengan para kreditor ini mulai menunjukkan hasilnya.
Mata uang tunggal EURUSD diperdagangkan pada $ 1,0717 dalam perdagangan terakhir, dibandingkan dengan $ 1,0805 pada sesi Jumat yang lalu.
Situasi perdagangan euro-dolar saat ini didorong oleh kekhawatiran tentang utang Yunani jika kesepakatan tidak tercapai pada akhir pertemuan Eurogroup pada tanggal 11 Mei yang akan datang. Para pejabat zona euro mengatakan bahwa sampai sekarang masih belum jelas kapan Yunani akan kehabisan dana.
Pound GBPUSD diperdagangkan pada $ 1,4911, dibandingkan dengan $ 1,4945 pada sesi Jumat.
Source:financeroll.co.id
+

Minggu, 19 April 2015

Kebijakan PBOC Mencerahkan Bursa Hongkong Awal Pekan


Bursa saham hong kong hari senin (20/04) pagi dibuka dengan index hangseng  berbalik menguat dari penutupan perdagangan sebelumnya. kebijakan bank sentral China pada hari minggu kemarin tampak menjadi pemicu kenaikan di awal perdagangan bursa pagi ini

kebijakan Bank sentral China (PBOC) yang di rilis pada hari minggu semalam (19/04) yakni pemangkasan jumlah cadangan simpanan yang harus dimiliki oleh perbankan, keputusan ini di buat untuk menambah likuiditas perekonomian terbesar kedua di dunia untuk memacu pinjaman bank dan memerangi perlambatan pertumbuhan yang masih terjadi hingga saat ini, sehingga saham sektor keuangan turut menguat di awal perdagangan pagi
Editor: alqadry76@gmail.com
+

Bursa Saham Eropa Rontok di Tengah Gejolak di China, Ketakutan Yunani

Bursa saham Eropa anjlok untuk ditutup turun tajam pada hari Jumat, setelah para trader melihat bursa saham berjangkaChina yang turun tajam, di tengah memuncaknya ketegangan atas negosiasi hutang Yunani.
Para trader mengisyaratkan bahwa pasar telah merosot tajam karena ada spekulasi bahwa pemerintah China telah meminta investor untuk “mengambil buih yang keluar dari pasar.”
Berdasarkan laporan dari Reuters, China juga mengizinkan manajer keuangan untuk saham-saham lembaga pemberi pinjaman untuk melakukan short-selling pada hari Jumat dan akan memperluas jumlah saham saham investor yang dapat di short sell, dalam upaya untuk meningkatkan suplai sekuritas di pasar.
Perusahaan pertambangan sensitif terhadap pergerakan yang dibuat di China, yang merupakan pembeli utama logam dan komoditas lainnya. Indeks FTSE100 terdorong 1% lebih rendah menjadi 6,990.26, dengan saham penambang raksasa Rio Tinto PLC dan BHP Billiton PLC turun 1.4% dan turun 1.6% untuk masing-masing.
Indeks CAC 40 Perancis turun 1.6% menjadi 5,143.26 pada hari Jumat, ditutup untuk turun 1.9% pada tingkat mingguan. Sementara itu indeks DAX Jerman pada hari Jumat juga terdorong turun 2.6% menjadi 11,688.70. Sebelum ada berita tentang bursa saham China, DAX sudah bergerak turun untuk mengalami penurunan minggua pertama dalam empat pekan.
Di saat bursa saham Jerman masih berada di bawah tekanan, yield Bund meningkatkan penurunannya pada hari Jumat untuk diperdagangkan hanya di atas nol persen.
Kecemasan tentang masalah hutang Yunani telah merusak sentimen resiko, dan berbalik menekan DAX, ucap Fawad Razaqzada, analis teknikal di Forex.com. Selain itu, penguatan pada euro pada pekan ini ”telah membebani para eksportir Jerman dan telah mengikis daya tarik mereka. Itu telah berikan investor alasan untuk mengambil untung dan mengulangikembali level rekor yang kita lihat dalam beberapa bulan yang lalu.
+